Kementan Targetkan Penanaman Padi Gogo 14.756 Hektare di Banten

0
Plt. Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Heru Tri Widarto menyerahkan bantuan benih padi gogo kepada petani di Banten, Selasa, 13 Maret 2025. Dok: Kementan

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung optimalisasi lahan pertanian di Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melaksanakan tanam padi gogo di Banteng.

Kali ini, kegiatan penanaman padi gogo dilaksanakan di Kelompok Tani Bina Warga yang berada di Desa Ciherang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang dan di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa (18/3).

Plt. Dirjen Perkebunan, Heru Tri Widarto menjelaskan, penanaman padi gogo ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung optimalisasi lahan pertanian di Indonesia, khususnya dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung pelaksanaan program Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip Padi Gogo di tahun anggaran 2025.

“Program ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi lahan perkebunan serta membantu pencapaian target penambahan luas tanaman pangan dan swasembada pangan di Indonesia,” ujar Heru dalam keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (19/3).

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 109 Tahun 2025, target penanaman padi gogo di Provinsi Banten adalah seluas 14.756 hektare, dengan target Kabupaten Serang mencapai 136 hektare.

“Hingga bulan Maret 2025, usulan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) Padi Gogo di Provinsi Banten telah mencapai 15.353 hektare,” kata Heru.

Sementara, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pembinaan Petani Muda, Suroyo mengungkapkan, program penanaman ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memberikan manfaat langsung kepada petani melalui pemberian bantuan benih.

“Dengan adanya program ini, diharapkan petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian,” tambah Suroyo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini