
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menyerap telur ayam peternak senilai Rp30 miliar. Langkah ini menjadi solusi darurat untuk membantu peternak yang mengaku telah tertekan harga telur selama tujuh bulan terakhir.
Permintaan ini muncul setelah Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Jawa Tengah, Suwardi, mengeluhkan kondisi peternak yang telah terpuruk selama tujuh bulan terakhir dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Ayam Petelur di Kementerian Pertanian, Selasa (27/10).
Pada pertemuan tersebut, Suwardi menyampaikan keluhan mengenai harga telur yang menekan peternak selama tujuh bulan terakhir. Ia berharap pemerintah dapat membantu menyerap telur melalui program bantuan pangan agar hasil produksi peternak terserap dan kondisi usaha mereka bisa membaik.
“Hari ini kami sedang tertatih-tatih di harga telurnya, Pak. Mudah-mudahan Bapak berkenan matur ke Bapak Presiden ada bantuan pangan yang bisa menyerap telur hari ini. Karena apa, Pak? Sudah 7 bulan kami terpuruk ini,” ujar Suwardi.
Selain itu, Suwardi juga menyampaikan kegelisahan peternak kecil atas kenaikan harga pakan. Dia berharap pemerintah memberikan subsidi untuk meringankan biaya pakan yang terus meningkat.
“Saya peternak kecil yang masih mengandalkan pakan dari pabrik konsentrat, Pak. Tetapi saya tanya kepada pabrik kenapa harga naik, katanya SBM-nya yang ditawarkan ke pabrik juga naik. Kami berharap pada Pak Mentan agar peternak-peternak rakyat ini kalau ke pabrik lebih tinggi, mudah-mudahan ada subsidinya, Pak,” ujar Suwardi.
Menanggapi keluhan tersebut, Amran langsung meminta Direktur Utama ID FOOD dan Perum Bulog untuk menindaklanjuti persoalan harga pakan yang dikeluhkan peternak.
Dia meminta Satgas memeriksa perusahaan yang menjual pakan dengan harga mahal, termasuk menelusuri harga soybean meal (SBM) yang ditawarkan kepada perusahaan.
“Nanti Satgas yang menjual pakan mahal, cek perusahaannya. Karena yang melobi impor di saya, dan ada perbandingannya SBM, itu perbandingannya adalah ID FOOD. Ya? Oke, itu dicek perusahaannya,” kata Amran.
Kepala Badan Pangan Nasional itu juga menginstruksikan Bulog dan ID FOOD menyerap telur peternak senilai Rp30 miliar. Dia meminta kedua pihak segera menjalankan langkah tersebut untuk membantu peternak yang tengah menghadapi tekanan harga telur.
“Yang kedua, saya minta Bulog dengan 30 miliar berdua, serap telur. 30 miliar tadi, serap telur. Oke? Langsung tindak lanjuti, Pak ya, seperti kemarin SPHP. Udah, keluarin aja SPHP semua itu,” ujarnya.
Selain itu, Amran juga mendorong penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepala BGN, Sudaryono untuk memasifkan penyerapan telur hasil produksi peternak.
“Nah, kami minta ada beberapa solusi untuk telur. Pertama MBG menyerap, kami sudah bicara dengan Kepala BGN,” ujarnya.Â
Untuk jangka panjang, sambung Amran, Kementan juga menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur. “Yang kedua adalah jangka panjang itu membangun pabrik pengolahan telur, tepung telur,” imbuhnya.
Reporter: Supianto




























