Panen Jagung di Tuban, Kementan Usul Fleksibilitas HAP Dinaikkan

0
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan berbagai stakehokder melakukan panen raya jagung di Desa Nimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (19/3).

 

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan panen raya jagung di Desa Nimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (19/3).

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi mengatakan, panen raya jagung dilaksanakan di lahan seluas 517 hektare dengan provitas jagung yang akan dipanen mencapai 7 ton per hektare.

“Saya mewakili bapak Menteri Pertanian di agenda panen raya jagung ini, dan ini luar biasa (Kabupaten) Tuban itu sentranya jagung bukan hanya di Jawa Timur, juga jagung nasional,” ujar Suwandi.

Suwandi mengatakan, secara nasional panen raya jagung pada Maret mencapai angka yang luar biasa, yaitu 2,29 juta ton. Kemudian dilanjutkan pada April dengan prediksi panen mencapai 1,76 juta ton jagung.

“Secara nasional Maret ini dipanen sekitar 2,29 juta ton jagung 15 persen kadar air, dan nanti April masih dipanen raya juga sekitar 1,76 juta ton sehingga Maret – April mencapai 4 juta ton, dan itu angka KSA BPS,” kata Suwandi.

Menurut dia, pertanaman jagung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan awal 2023 lalu. Karena itu, dia berharap hasil panen ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung untuk masyarakat.

Usul Fleksibilitas HAP Jagung Dinaikkan

Suwandi juga mengusulkan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) adanya fleksibilitas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang disesuaikan dengan ongkos produksi dan harga jual yang saling menguntungkan.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, harga jagung pada panen raya ini tidak boleh turun jauh merugikan petani. Tapi harus membuat petani dan pegadang sama-sama tersenyum bahagia. Karena itu, petani mengusulkan agar HAP jagung Rp 4.200 per kilogram kadar air 15 persen sudah tidak relevan lagi,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan, alasan fleksibilitas harga perlu diterbitkan karena biaya produksi naik dan risiko yang dihadapi oleh petani jagung saat panen raya ini, yaitu musim hujan.

“Karenanya petani usul agar Bapanas menerbitkan kebijakan fleksibilitas HAP jagung sehingga mudah diserap oleh Bulog dan pasar,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan, kebijakan pangan yang dirumuskan kementerian/lembaga baik Kemendag, Bapanas maupun KSP di bawah koordinasi Kemenko Bidang Perekonomian harus memperhatikan kelangsungan usaha dan kesejahteraan petani.

Karena itu, sambung Suwandi, Bulog dan pelaku usaha Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi Pedagang Jagung Indonesia (Pejagindo), Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) harus didorong untuk menyerap dengan optimal jagung petani.

“Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota juga harus memaksimalkan upaya peningkatan produksi jagung melalui PAT (Penambahan Areal Tanam) dan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) serta Peningkatan Produktivitas,” sebutnya.

Diketahui, berdasarkan data KSA BPS, produksi jagung pada Maret 2024 diperkirakan mencapai 2,29 juta ton. Sedangkan produksi pada bulan April mendatang produksinya mencapai 1,76 juta ton. Adapun total produksi pada Maret dan April mencapai 4,05 juta ton.

“Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan kebutuhan jagung pipil di bulan Maret. Sementara luas panen jagung Maret mencapai 405.242 hektare dan pada April 2024 mencapai 318.498 hektare,” kata Suwandi.

Oleh karena itu, Suwandi meminta Bulog segera melakukan penyerapan surplus jagung di tingkat petani minimal 500.000 ton (in-out) pada masa panen raya.

Gabungan pengusaha makanan ternak juga diharapkan melakukan penyerapan hingga 1,3 juta ton pada masa panen raya tahun ini serta meningkatkan kapasitas mesin pengeringnya.

“Bulog, GPMT, Pejagindo dan Pinsar juga harus bekerjasama untuk penyerapan jagung dari petani dan memanfaatkan dryer. Offtaker jagung juga diharapkan memperbanyak pembelian langsung dari petani untuk memperpendek rantai pasar sehingga harga menjadi lebih baik,” tegas dia.

Hadir panen jagung ini Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, perwakilan Bapanas, Aster Kasdam V Brawijaya, Wakil Dirut Pupuk Indonesia, Direktur Operasional Petrokimia Gresik, Pimpinan Wilayah Bulog, BPJS, Pinsar, Pejagindo dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini