Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Konsumen, Bapanas Pastikan Kios Pangan Berjalan Optimal

0
kios pangan bapanas
Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memastikan berbagai instrumen stabilisasi pangan berjalan efektif hingga tingkat masyarakat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memastikan berbagai instrumen stabilisasi pangan berjalan efektif hingga tingkat masyarakat. Salah satunya melalui penguatan Kios Pangan sebagai simpul distribusi pangan yang menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga terjangkau.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono mengatakan Kios Pangan merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen (SPHP melalui Kios Pangan).

“Kios Pangan dikembangkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, kualitas yang baik, dan pasokan yang tersedia. Karena itu kami terus melakukan pengembangan dengan mengajak stakeholders terkait baik pemasok pangan non pangan dan Himbara dalam mendukung permodalan agar program ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Maino.

Menurutnya, keberadaan Kios Pangan tidak hanya memberikan alternatif belanja dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pemilik warung yang membutuhkan pasokan pangan dengan harga yang kompetitif.

Hingga Bulan Juli 2026, jumlah Kios Pangan yang dikembangkan sebanyak 2.987 unit yang tersebar di 35 provinsi dan 160 Kabupaten/Kota dan pengembangan terus diperluas untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau. Program tersebut merupakan salah satu instrumen stabilisasi pangan pemerintah, selain Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi pangan (FDP), penyaluran beras SPHP, serta bantuan pangan.

Penguatan Kios Pangan juga dilakukan di tengah kondisi pangan nasional yang semakin kuat. Pemerintah saat ini memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) lebih dari 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan cadangan pangan yang kokoh tersebut, pemerintah memiliki ruang intervensi yang semakin besar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah.

Hasil pemantauan di Kios Pangan Ciampea menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Berbagai komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, hingga aneka sayuran menjadi komoditas yang paling banyak diminati karena ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, namun tetap memiliki kualitas yang baik.

Salah seorang warga, Ira, mengaku rutin berbelanja di Kios Pangan karena harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar dengan kualitas produk yang tetap terjaga. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, sebagian komoditas yang dibelinya kembali dijual di warung miliknya.

“Di sini harganya murah-murah, kualitasnya juga bagus-bagus. Kebetulan saya juga jualan, jadi saya bisa belanja di sini untuk dijual lagi. Karena harga belinya lebih murah, saya juga bisa menjual dengan harga yang lebih murah kepada pelanggan. Pokoknya buat yang punya warung di rumah, belanja di sini sangat membantu,” ujar Ira.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini