BPDP Dorong UKMK Produksi Turunan Sawit hingga Scale Up

0
Analis UKMK BPDP Anwar Sadat
Analis UKMK BPDP Anwar Sadat memberikan sambutan dalam acara kunjungan UMKM ke SBRC IPB Bogor untuk melihat proses pembuatan produk turunan sawit, Jumat (20/2).

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menargetkan lahirnya usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK) produsen produk turunan sawit melalui pendampingan berkelanjutan hingga tahap produksi dan scale up usaha.

Hal tersebut disampaikan Analis Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat dalam kunjungan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB, Bogor, Jumat (20/2), rangkaian Workshop Media Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2026.

Anwar menjelaskan, pendampingan yang dilakukan BPDP tidak berhenti pada tahap pengenalan produk, tetapi diarahkan hingga pelaku UKMK mampu memproduksi secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurut dia selama ini produk turunan sawit seperti sabun, personal care, hingga produk rumah tangga lainnya lebih banyak diproduksi oleh industri besar. Padahal, dengan teknologi sederhana, produk-produk tersebut juga dapat dihasilkan oleh pelaku usaha skala mikro dan kecil.

“Kami mengharapkan dari kegiatan ini nanti muncul pelaku-pelaku UKMK baru yang bergerak di bidang pengembangan produk-produk turunan sawit ini,” ujar Anwar.

Dia menambahkan, pendampingan yang dilakukan BPDP tidak berhenti pada tahap pengenalan awal. Karena itu, dia berharap setelah kegiatan ini, ada data dari tim penyelenggara mengenai UMKM yang berminat untuk masuk tahap pengembangan lebih lanjut.

Data tersebut akan menjadi dasar pendampingan lanjutan agar pelaku UMKM yang tertarik dapat difasilitasi secara lebih terarah.

BPDP, lanjut dia, akan terus mendampingi proses scale up usaha hingga pelaku UMKM benar-benar mampu memproduksi produk turunan tersebut secara mandiri. “Bukan hanya pengenalan saja, tetapi sampai bisa memproduksi produk-produk tersebut,” ujar dia.

Menurut Anwar, pelaku UMKM dapat memproduksi produk yang sama seperti yang diperkenalkan dalam workshop maupun mengembangkan inovasi baru setelah memahami potensi yang ada. Pengembangan tidak hanya terbatas pada sawit, tetapi juga dapat diperluas ke kakao dan kelapa.

Dia kembali menegaskan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap pengenalan. Peserta yang berminat untuk masuk tahap produksi akan ditindaklanjuti melalui pendampingan teknis bersama tim Surfactant and Bioenergy Research Center IPB, serta pendampingan manajemen oleh BPDP.

Pendampingan manajemen tersebut meliputi pelatihan pengemasan, pengembangan produk, hingga pemasaran.

BPDP menargetkan terbentuknya UMKM atau wirausaha berbasis komoditas perkebunan yang memproduksi kebutuhan sehari-hari dan berkembang menjadi usaha yang berdaya saing.

Selain itu, BPDP juga akan membantu promosi produk melalui pameran, katalog, serta business matching dengan calon mitra usaha. Pendampingan dilakukan hingga produk benar-benar layak jual dan UMKM dapat tumbuh serta naik kelas.

“Intinya, kami tidak ingin berhenti di pengenalan. Harapannya UMKM benar-benar bisa memproduksi dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Anwar.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini