BPDPKS Bersama Apkasindo Kaltara dan Universitas Borneo Gelar ‘Goes to School

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) dan Universitas Borneo mengelar acara Goes to School di SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Tujuannya, mempromosikan sawit dan produk hilirisasi sawit ke sekolah-sekolah, agar mereka memahami, produk sawit bagian dari kehidupan sehari-hari.

Suhendrik Ketua Apkasindo Kaltara menyampaikan, sawit adalah bagian kehidupan dari masyarakat Indonesia dan dunia. Bagaimana tidak, dalam menjalankan kehidupannya, masyarakat tak mungkin lepas dari produk sawit. Mulai dari bangun tidur hingga menjalankan berbagai aktifitasnya.

“Sehari-hari masyarakat tak mungkin lepas dari menggunakan produk sawit, baik secara sadar maupun tidak sadar. dari bangun tidur, untuk mandi kita menggunakan sabun dan pasta gigi. Untuk sarapan pagi, kita pasti menggunakan minyak goreng atau margarin,” kata Hendrik dalam sambutannya di SMA N 1 Tanjungg Selor, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Hendrik, kandungan sawit juga terdapat dalam creamer sebagai penambak nikmat dalam secangkir kopi pagi. “Tanpa cresmer, ngopi pagi kita seraca kurang nikmat,” tambahnya.

Menurut Hendrik, hingga saat ini produk kelapa sawit telah digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari produk makanan, kosmetik, farmasi hingga untuk energi yang terbarukan, yakni biodiesel. Untuk mengembangkan produk sawit tak mesti harus dengan industri yang besar, tetapi juga bisa melalui UMKM.

Bahkan, lanjutnya, Apkasindo melalui Koperasi Setara turut serta dalam pengembangan produk-produk untuk keperluan sehari-hari dari bahan baku sawit, diantaranya; mie instan dengan campuran minyak sawit merah, hand sanitizer, hand soap, bodywash, diterjen dan coklat sawit.

“Kita terus berupaya untuk mengembangkan produk-produk hilir sawit. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani nsawit,” jelasnya.

Hendrik juga memberitahukan, bahwa bulan Juni 2022 ini, telah di buka beasiswa khusus anak petani kelapa sawit yang pembiayaannya diberikan secara full oleh BPDP KS.

“Semuanya full dibiayai oleh BPDPKS, mulai dari biaya kuliah, transportasi, makan, asrama,uang saku, dan lain-lain,” tambahnya.

Untuk itu Hendrik berharap anak-anak yang berminat untuk menjadi tenaga kerja yang handal dan terampil di perkebunan kelapa sawit bisa segera mendaftar. “Ayo, semua yang berminat mendafar. Mumpung semuanya di biayai oleh BPDPKS,” ajaknya.

Acara Goes to Schol yang laksanakan di SMA 1 Tanjung Selor kali ini dihadiri oleh Teguh, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Bidang Perkebunan Kaltara, Kepala Dinas Pendidikan Bulungan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit, dan Apkasindo.

Dalam sambutannya, Teguh, Kepala Dinas Pendidikan Kaltara menyampaikan, industri sawit sangat menjanjikan. Selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan devisa yang sangat besar juga mampu mensejahterakan petani.

“Mari kita dukung sawit, industri ini sangat menjanjikan. Mendorong pertumbuhan ekonomi, menghasilkan devisa yang sangat besar juga mampu mensejahterakan petani. Anak-anak petani sawit pun dapat bersekolah dengan beasiswa dari sawit,” jelas Tegun.

Sementara itu, Dekan Pertanian Universitas Borneo, DR Rahim menyatakan, kegiatan ini akan terus berlanjut ke berbagai sekolahan di Kalimantan Utara. Setelah di SMA 1 Tanjung Selor akan berlanjut ke Sekatak, Tulin Onsoi dan Pulau sebatik dan diakhiri dengan expo produk kelapa sawit di Universitas Borneo.

“Setelah di sini kita akan terus berlanjut ke daerah lainya di Kaltara, Sekatak, Tilin Onsoi dan Pulau sebatik dan diakhiri dengan expo produk kelapa sawit di Universitas Borneo,” pungkas Rahim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini