DGL Learning Institute Bersama BPDP dan Ditjenbun Latih 94 Petani Sawit Subulussalam

0

 

Banda Aceh — DGL Learning Institute (PT Daya Guna Lestari) resmi membuka pelatihan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 untuk modul Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit, yang berlangsung di Grand Permata Hati Hotel, Banda Aceh, pada 7 –12 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti 94 petani kelapa sawit asal Kota Subulussalam yang terbagi dalam tiga kelas.

Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga pihak: Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selaku penyedia pendanaan, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta DGL Learning Institute sebagai lembaga pelatihan pelaksana. Tahun 2026 menandai keterlibatan DGL untuk tahun keempat secara berturut-turut sebagai mitra lembaga pelatihan dalam program SDM Perkebunan yang dikelola BPDP.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pengembalian manfaat dana sawit kepada petani. Ia menyampaikan bahwa sebagian nilai produksi sawit justru kerap hilang di tingkat kebun — akibat buah dipanen terlalu muda, brondolan tidak terkutip, maupun penanganan pasca panen yang belum tepat — dan pelatihan inilah yang menjadi ikhtiar untuk mengembalikan nilai tersebut ke tangan petani.

“Inilah dana sawit yang pulang ke rumah. Dari petani, dikelola negara, dan hari ini kembali kepada petani,” ujar Gema. Ia menambahkan bahwa dana yang berasal dari pungutan ekspor sawit kembali kepada petani bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk ilmu dan keterampilan yang manfaatnya berlangsung jauh lebih panjang.

Gema juga memaparkan komitmen pendampingan berkelanjutan DGL melalui sistem pembelajaran digital (Learning Management System/LMS), di mana setiap peserta memperoleh akun pribadi untuk mengakses materi serta mengikuti program purna-pelatihan berupa kajian kebun yang dimonitor pada periode tiga bulan dan enam bulan setelah pelatihan. Selain sebagai lembaga pelatihan, DGL juga merupakan Lembaga Pelatihan dan Konsultan ISPO, serta tengah mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Profesional Sawit Indonesia.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP, yang sambutannya dibacakan oleh Sekretaris Dinas, Dr. Zulfadhli, S.P., M.P. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa sektor perkebunan menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat Aceh, dengan 821.662 kepala keluarga menggantungkan hidup pada sub-sektor ini. Khusus kelapa sawit rakyat, Aceh memiliki areal seluas 268.189 hektare dengan 147.834 KK petani, sementara Kota Subulussalam tercatat memiliki 19.304 hektare kebun sawit rakyat dan 13.614 KK petani.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menekankan bahwa keberhasilan sektor sawit sangat bergantung pada dua tahapan krusial, yakni proses panen dan pasca panen. Praktik panen yang keliru, seperti memanen buah mentah atau terlambat mengutip brondolan, dinilai dapat menurunkan kualitas Crude Palm Oil (CPO) dan merugikan petani. Disbun Aceh juga menggarisbawahi bahwa kualitas buah yang baik di tingkat petani pada akhirnya turut menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS).

Sementara itu, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam, yang sambutannya dibacakan oleh Kepala Bidang Perkebunan, Andriansyah, SST, menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan seluruh pihak yang memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas SDM perkebunan ini. Disbun Subulussalam menyebut kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang menopang sebagian besar pendapatan masyarakat, dengan luas kebun mencapai sekitar 40 ribu hektare di mana 60 persennya merupakan perkebunan rakyat.

Pihak Kota Subulussalam berharap para peserta memperoleh pemahaman mengenai standar panen yang benar, pengelolaan hasil panen yang efektif, serta praktik terbaik penanganan pasca panen. Pesan yang konsisten disampaikan ketiga pihak: ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti pada peserta, melainkan ditularkan kepada sesama petani agar manfaatnya semakin luas.

Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran di kelas sekaligus kunjungan dan praktik lapangan langsung ke kebun. Pada momen pembukaan, DGL Learning Institute turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam, serta Politeknik Kutaraja, sebagai penegasan komitmen kolaborasi jangka panjang di wilayah Aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini