Hadapi El Nino, Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman hingga Panen Raya

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional tetap aman meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino. Dia menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, cukup hingga memasuki panen raya berikutnya.

“Yang terpenting hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi insyaallah aman,” ujar Mentan Amran saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7).

Mentan Amran juga memperkirakan tanaman padi yang masih berada di lahan (standing crop) mencapai sekitar 10-11 juta ton. sebagian besar tanaman tersebut berada di kawasan beririgasi sehingga tetap dapat berproduksi meski terjadi kekeringan.

Selain itu, stok beras di rumah tangga serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) diperkirakan mencapai sekitar 12 juta ton. Dengan kondisi tersebut, dia meyakini pasokan pangan nasional tetap aman hingga memasuki panen raya pada Maret mendatang.

“Kemudian di Bulog ada 5 juta ton. Ya masih bisa 10 bulan. Kalau kita hitung 10 bulan ke depan, sekarang Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret. Ini overlap. Maret itu panen puncak jadi aman,” tegas dia.

Tokoh dari Sulawesi Selatan ini juga menjelaskan bahwa ancaman El Nino tahun ini dapat dihadapi. Pasalnya, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampaknya sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kita sudah antisipasi bukan saja tahun ini, tapi kita antisipasi sejak awal pemerintahan. Di saat awal pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran, itu sudah ada El Nino 2023-2024. Sehingga kita impor beras dua tahun itu 7 juta ton,” ujar Mentan Amran.

Karena itu, sejak Oktober tahun lalu, sambung dia, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengantisipasi dampak El Nino melalui program pompanisasi dengan menyebarkan sekitar 100 ribu pompa di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kementan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memperbaiki jaringan irigasi hingga sekitar 900 ribu hektare.

“Pemerintah juga menyediakan benih tahan kekeringan, mengoptimalkan sekitar 800 ribu hektare lahan rawa yang tetap produktif saat musim kemarau, mencetak lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, serta menyiapkan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam sebagai sumber air bagi lahan pertanian,” lanjut dia.

Meski demikian, Mentan Amran mengakui El Nino berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah. Namun, ia memastikan dampaknya hanya bersifat lokal dan tidak akan memengaruhi stok pangan nasional.

“Se… mungkin ada kecil-kecil, tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional,” imbuh dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini