
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyambut baik bersatunya kembali Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia berharap penyatuan ini menjadi semangat baru mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.
Hal tersebut disampaikan pada acara Musyawarah Nasional X HKTI dan Kongres Tani Indonesia yang digelar di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (24/6).
“Ini adalah momentum yang baik, luar biasa menyatukan HKTI. Dua menjadi satu, jadi kita bersatu. Insya Allah ke depan kita akan memilih ketua HKTI baru dan pengurus baru. Tetapi intinya adalah bagaimana kita merealisasikan visi-visi Bapak Presiden Republik Indonesia, khususnya di sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.
Ia menegaskan, prioritas utama Presiden yang harus didukung HKTI meliputi kedaulatan pangan, hilirisasi produk pertanian, pengembangan biofuel, dan penyediaan makanan bergizi. Keempat hal tersebut menjadi fokus utama HKTI dalam mendukung program pemerintah.
“HKTI fokus men-support sektor yang menjadi prioritas Bapak Presiden,” tambahnya.
Dengan solidnya dukungan dari seluruh pengurus, Mentan Amran optimis HKTI akan semakin kuat mengawal program-program pertanian nasional. Apalagi kini ketua HKTI berasal dari kalangan petani sendiri, sehingga suara petani akar rumput bisa lebih terdengar.
“Insyaallah, Ketua HKTI sekarang adalah wakil petani sejati. Ini tanda baik bahwa HKTI makin solid, makin membumi, dan makin kuat menjalankan tugasnya,” ujar Amran.
Untuk langkah nyata, Amran juga memaparkan peta komoditas unggulan yang harus dikembangkan sesuai potensi daerah masing-masing. Misalnya, kopi di Aceh dan Toraja, pala di Sumbawa, mente di Sulawesi Tenggara, dan kakao di Nusa Tenggara Timur.
“Kalau Aceh cocok kopi, ya kita dorong kopi di sana. Kalau Sumbawa unggul pala, ya pala yang kita kembangkan. Kita bangun perkebunan sesuai potensi daerah, dan HKTI yang akan mengawal semua itu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPN HKTI, Fadli Zon, mengatakan saat ini adalah momentum penting bagi petani. Pasalnya, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Hal ini terlihat dari komitmen Presiden yang menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas utama
“Sebenarnya, sejak delapan bulan terakhir, sektor ini sudah mendapat perhatian luar biasa di bawah kepemimpinan Menteri dan Wakil Menteri Pertanian,” ujar adli Zon.
Menurutnya, berbagai intervensi kebijakan yang sangat menguntungkan petani telah dilakukan, antara lain penghapusan utang bermasalah dari masa lalu sehingga petani kembali dapat mengakses modal dengan mudah.
“Yang kedua menaikkan HPP Gabah menjadi Rp 6.500, ini juga luar biasa. Membuat petani mendapatkan insentif harga yang sangat besar. Kemudian pupuk juga langsung tepat sasaran, tepat harga, tepat jumlah,” ujarnya.
Ia menilai ini adalah momentum yang sangat baik bagi petani dan sektor pertanian di Indonesia. Ia menambahkan, momen penting lainnya adalah kesepakatan untuk menyatukan kembali HKTI, yang selama 15 tahun terakhir sempat terpecah, menjadi satu kesatuan yang utuh.
Di samping itu, Fadli Zon juga menyoroti momen penting penyatuan kembali HKTI, yang selama 15 tahun terakhir sempat terpecah.
“Kami sudah sepakat bahwa Munas ke-10 ini adalah kesempatan terbaik untuk menyatukan kembali HKTI menjadi satu kesatuan. Mudah-mudahan, setelah Munas besok, HKTI yang dipimpin Pak Muldowo akan bergabung kembali dengan HKTI kita,” harapnya.
Dengan melibatkan semua pihak diharapkan dapat bersama-sama mendukung kemajuan petani Indonesia. Adapun Munas HKTI turut didukung oleh Kementan, Pupuk Indonesia, Pertamina dan berbagai pihak terkait.





























