Mentan Amran Bakal Ekstensifikasi 500 Ribu Hektare untuk Swasembada Gula

0
Menteri Pertanian (Mentan), AndiAmran Sulaiman pada acara Musyawarah Nasional X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres Tani Indonesia yang digelar di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (24/6).

Menteri Pertanian (Mentan),  AndiAmran Sulaiman menargetkan Indonesia mampu swasembada gula dalam tiga tahun ke depan. Ia menyebutkan dua strategi utama untuk mencapai target tersebut.

Hal tersebut disampaikan pada acara Musyawarah Nasional X Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres Tani Indonesia yang digelar di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (24/6).

Strategi pertama adalah optimalisasi lahan eksisting seluas 500 ribu hektare.
Strategi kedua adalah ekstensifikasi, yakni perluasan lahan baru seluas 200 hingga 500 ribu hektare.

“Kalau ini dilakukan secara konsisten setiap tahun selama tiga tahun, kami sangat yakin Indonesia bisa swasembada gula,” tegas Amran.

Ia juga menyinggung masa penjajahan Belanda sebagai contoh keberhasilan produksi gula. Menurutnya, saat itu produktivitas mencapai 10 ton per hektare, berkat adanya tekanan, disiplin, dan ketegasan.

“Sekarang rata-rata hanya 4 ton per hektare. Padahal bisa mencapai 14 ton per hektare jika dikelola dengan benar,” tambahnya.

Sebelumnya, pada acara panen raya dan penanaman tebu di Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/6), Mentan Amran menegaskan bahwa kunci swasembada adalah memastikan petani mendapat keuntungan.

“Kami lakukan pembenahan total dari hulu ke hilir. Mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, sampai pada aspek penjualan. Tujuannya sederhana, petani harus diberi ruang untuk untung. Kalau petani rugi, mereka jera menanam,” tegas Mentan Amran.

Kementan telah menyusun Roadmap Swasembada Gula Nasional yang menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028 dan swasembada total, termasuk kebutuhan industri dan bioetanol pada 2030.

Namun demikian, Mentan Amran menegaskan target tersebut akan diupayakan tercapai lebih cepat, seiring dorongan politik yang kuat dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

“Kalau sistem penjualan kita benahi agar petani untung, maka mereka pasti akan terus menanam. Itu logikanya. Oleh karena itu kami juga dorong hilirisasi agar sistem distribusi dan harga lebih adil bagi petani,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini