Hilirisasi Dongkrak Harga Kelapa Naik 500 Persen

0
kelapa bulat yang sudah dilepaskan dari serabutnya
Kelapa bulat yang siap untuk diekspor. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, program hilirisasi komoditas kelapa mulai menunjukkan hasil nyata dengan meningkatnya harga di tingkat petani hingga 500 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai menghadiri Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan dan Industri yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (8/11).

“Kami baru kunjungan di Maluku Utara. Harga kelapa sebelum kita hilirisasi harganya Rp 600 per biji. Sekarang Rp 3.500 per biji, itu naik kurang lebih 500 persen,” kata Amran. 

“Kita harap, harusnya harganya minimal Rp 5.000 per biji. Dan kalau bisa naik 1.000 persen, berarti Rp 6.000 per biji,” lanjut dia.

Dia menambahkan, pengembangan hilirisasi akan membuka peluang kerja luas di sektor perkebunan dan peternakan. 

“Ke depan, program ini bisa menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja di perkebunan, peternakan, dan seluruhnya kurang lebih 3 juta tenaga kerja. Mudah-mudahan dalam 3–4 tahun ke depan bisa selesai,” lanjut Amran.

Selain kelapa, Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menargetkan Indonesia mencapai swasembada white sugar alias gula putih pada tahun depan. 

“Kemudian ditarget tadi 3–4 tahun swasembada gula dan mengembalikan kejayaan gula waktu zaman Belanda tahun 1930,” ujar Mentan Amran. “Itu kita eksportir dan produsen nomor dua dunia.”

Untuk diketahui, Kementan saat ini memfokuskan program hilirisasi pada tujuh komoditas unggulan, yaitu kelapa, kopi, kakao, lada, pala, tebu, dan jambu mete. 

Selain di sektor perkebunan, Kementan juga akan melakukan hilirisasi di bidang peternakan untuk memperkuat nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini