Mencapai Hidup Sehat dengan Nutrisi Minyak Sawit

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Minyak kelapa sawit mengandung salah satu lemak sehat yang bernutrisi dengan keunggulannya yang tidak mengandung asam lemak trans (Trans Fatty Acid/ TFA) atau lemak terhidrogenasi.

Hal tersebut disampaikan Lim Teck Guan, GM Apical Marunda dalam webinar ‘Nutrisi Minyak Sawit untuk Hidup Sehat’ Senin/27/7/2020. Menurutnya, kandungan minyak kelapa sawit kaya akan lemak dan vitamin. Minyak kelapa sawit mentah atau belum dimurnikan mengandung 60 hingga 100 mg vitamin E per 100 gram.

“Rata-rata mengandung 50-65% dari kandungan vitamin E tetap setelah pemurnian. Sebanyak 70% vitamin E dalam minyak sawit mengandung tokotrienol,” jelas Lim.

Lebih lanjut Lim menguraikan bahwa minyak nabati lainnya seperti jagung, zaitun, kedelai, dan bunga matahari, merupakan sumber tokoferol yang baik tetapi tidak mengandung tokotrienol. Tokotrienol bekerja lebih cepat sebagai antioksidan (zat yang dapat mencegah kerusakan atau kematian sel, kerusakan DNA dan timbulnya sel kanker atau tumor akibat terdapat radikal bebas dalam tubuh manusia) dan sangat bermanfaat untuk melindungi otak dari lemak tak jenuh ganda dan demensia, mengurangi risiko stroke, serta mencegah pertubuhan tumor otak.

Dalam keseharian, minyak kelapa sawit tidak hanya dijadikan minyak, tapi bisa ditemukan pada mentega, es krim, cokelat, sabun, bahan mi instan, biodiesel, bahan kosmetik dan minyak goreng. Apical Marunda memiliki beberapa produk kebutuhan sehari- hari dalam bentuk mentega: Vitas, Medalia, dan minyak goreng: Camar, Harumas, dan Frybest.

Selain memiliki kandungan lemak sehat, juga dalam setiap 1 liter minyak kelapa sawit mengandung 20% Vitamin A, antioksidan tokoferol dan tokotrienol. Dengan pemakaian sehari-hari yang tepat guna, minyak sawit lebih sehat untuk kesehatan.
Lim menambahkan, minyak kelapa sawit adalah minyak sayur (nabati) yang mengandung minyak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, beta-karoten, serta antioksidan.

Selain kaya nutrisi, minyak sawit berasal dari tumbuhan yang sangat efisien dibandingkan dengan penghasil minyak nabati lainnya. Dengan memanfaatkan lahan seluas 1 hektar pohon kelapa sawit dapat menghasilkan CPO rata-rata 3,8 ton/tahun sedangkan minyak nabati lain seperti kedelai, bunga matahari dan rapa hanya di bawah 1 ton/tahun.

“Selain efisien, minyak kelapa sawit sangat bermanfaat untuk mendorong perekonomian bangsa, karena saat ini sekitar 3 milyar orang di 150 negara menggunakan produk yang mengandung kelapa sawit,” jelas Lim.

Perlu diketahui, PT Asianagro Agung Jaya (Apical Marunda) sebagai salah satu produsen pengolah minyak kelapa sawit berupaya agar produknya membawa manfaat lebih bagi para konsumennya. Apical Marunda beradaptasi dengan berbagai riset gizi dan kesehatan terkait dengan konsumsi minyak sawit yang sudah banyak dilakukan oleh berbagai ahli di seluruh dunia. Pengetahuan tentang manfaat nutrisi akan membantu memperkaya informasi yang disampaikan kepada masyarakat luas sehingga keunggulan gizi minyak sawit dapat diketahui dan dimanfaatkan untuk hidup lebih sehat.

Minyak Sawit untuk Kesehatan Tubuh

Ada beragam manfaat kelapa sawit yang dapat mendukung kesehatan tubuh, termasuk untuk memiliki tubuh yang sehat secara ideal harus memiliki lemak sebagai sumber energi. Semua lemak dan minyak adalah sumber energi utama dari tubuh kita, lemak juga menyediakan pertahanan penting untuk sel-sel dalam tubuh. Meski baik, tidak semua lemak yang disimpan dalam tubuh berasal dari lemak dalam makanan. Ini juga dapat diproduksi oleh tubuh sendiri dari karbohidrat maupun alkohol.

Dibandingkan dengan lemak dan minyak lainnya, minyak kelapa sawit memiliki lemak jenuh dengan tingkat rata-rata yang standar. Baru-baru ini dilakukan suatu penelitian (Odia et Al 2015) tentang pengaruh penggantian minyak kelapa sawit dengan lemak dan minyak lainnya pada biomarker penyakit jantung yang ditetapkan. Prosesnya menghasilkan campuran perubahan penanda penyakit jantung bawaan dan penyakit kardiovaskular yang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil yaitu perubahan menguntungkan yang jelas terjadi ketika minyak kelapa sawit menggantikan kandungan TFA.

“Dengan komposisi seimbang ini, minyak kelapa sawit dinyatakan sebagai minyak goreng nabati yang paling cocok dibandingkan dengan minyak nabati lain, sehingga jika digunakan untuk menggoreng maka stabilitasnya tinggi, tidak mudah tengik, dan menghasilkan produk gorengan awet serta tidak mengandung radikal bebas tinggi,” jelas dr. Hartika Ketty SpKK.

Menurut European Food And Safety Authority, 2010, untuk mencapai diet sehat 25-30% dari asupan energi harian berupa lemak. Sedangkan menurut Food & Agriculture Organization 2010, 15-35% dari asupan energi harian berupa lemak.

“Jadi pada dasarnya lemak sejatinya yang sangat berguna bagi tubuh adalah kolestrol. Kandungan inilah yang berguna untuk membentuk dinding sel, empedu, hormon dan vitamin. Dan orang cenderung lupa, bahwa sebenarnya lemak yang paling sehat adalah yang berasal dari minyak nabati seperti yang terkandung dalam minyak kelapa sawit ini dan bukan hewani, dengan catatan bahwa harus tepat penggunannya dan tidak berlebihan,” pungkas dr. Ketty.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini