
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengunjungi nursery kelapa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7), untuk memastikan kesiapan penyediaan benih unggul bagi pengembangan 870 ribu hektare perkebunan yang menjadi program prioritas Presiden.
Pengembangan tersebut mencakup komoditas kelapa, tebu, kakao, kopi, jambu mete, pala, dan lada. Benih unggul akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Ini adalah program prioritas Bapak Presiden. Total target kita dengan enam komoditas utama itu 870 ribu hektare di seluruh Indonesia dan benihnya dibagikan secara gratis,” kata Mentan Amran.
Dia menjelaskan, penyaluran benih dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian agroklimat, budaya bertanam masyarakat, serta potensi pengembangan di masing-masing wilayah. Pendekatan tersebut dilakukan agar komoditas yang dikembangkan dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi petani.
“Daerah yang kita dahulukan adalah yang memang memiliki agroklimat yang sesuai dan masyarakatnya sudah memiliki budaya menanam komoditas tersebut. Kalau kelapa ya daerah yang memang masyarakatnya menanam kelapa, kalau tebu tentu daerah yang memiliki pabrik gula sehingga pengembangannya lebih optimal,” ujar dia.
Nursery kelapa yang ditinjau Mentan Amran di Kabupaten Batang memiliki luas total 15 hektare. Kawasan tersebut terdiri atas area pembenihan seluas 3 hektare dan kebun induk seluas 6 hektare yang menjadi sumber benih unggul.
Kebun induk tersebut ditanami Kelapa Genjah Entog Kebumen, Kelapa Genjah Pandan Wangi, dan Kelapa Dalam Bido, masing-masing seluas 2 hektare.
Selain sebagai sumber benih, nursery Batang juga menjadi lokasi pembesaran tanaman kelapa dalam polibag. Saat ini terdapat total 25.196 batang tanaman kelapa yang tengah dipersiapkan, terdiri atas Kelapa Dalam Bali sebanyak 6.173 batang, Kelapa Dalam Bojong Bulat 8.226 batang, Kelapa Genjah Entog Kebumen 7.880 batang, Kelapa Genjah Coklat Kopyor 2.108 batang, Kelapa Genjah Hijau Kopyor 772 batang, serta Kelapa Genjah Kuning Kopyor sebanyak 37 batang.
Mentan Amran menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penyediaan benih unggul dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan tanam berkualitas agar produktivitas perkebunan nasional semakin meningkat.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, benih akan terus kita bagikan. Siapa saja masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi kriteria akan kita dukung agar produktivitas perkebunan nasional semakin meningkat,” pungkas Mentan Amran.




























