Mentan Amran Wisuda 1.532 Lulusan Polbangtan Siap Kerja

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menghadiri wisuda 1.532 lulusan pendidikan vokasi pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis 13 Agustus 2026. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mewisuda 1.532 lulusan pendidikan vokasi pertanian yang siap memasuki dunia kerja. Para lulusan tersebut telah menjalani pendidikan dan pelatihan selama tiga hingga empat tahun sesuai bidang keahlian masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Amran dalam acara wisuda pendidikan vokasi pertanian yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta Selatan, Kamis (13/8).

Amran mengatakan para lulusan tersebut merupakan generasi muda yang dipersiapkan untuk bekerja dan berkontribusi langsung terhadap sektor pertanian.

“Acara hari ini adalah wisuda dari Polbangtan, ada 1.500 yang wisuda. Ini adalah anak-anak kita yang siap kerja karena memang di sektor pertanian,” kata Amran.

Menurut Amran, para lulusan memiliki keahlian yang beragam, mulai dari pertanian, peternakan hingga mekanisasi pertanian. Selama menempuh pendidikan, mereka mendapatkan pembelajaran dan pelatihan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sektor pertanian.

“Karena memang peternakan, pertanian, mekanisasi, karena mereka dilatih kurang lebih tiga tahun, empat tahun di pertanian. Jadi ini siap kerja,” ujarnya.

Sebanyak 1.532 lulusan tersebut berasal dari 27 program studi yang tersebar di sejumlah institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian.

Mereka berasal dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma), Polbangtan Bogor, Polbangtan Gowa, Polbangtan Malang, Polbangtan Medan, Polbangtan Manokwari, serta Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Amran berharap para lulusan dapat segera menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pendidikan vokasi Kementan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif terhadap teknologi dan digitalisasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan.

Menurut Idha, lulusan pendidikan vokasi tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak pembangunan pertanian.

“Mereka diharapkan dapat berperan sebagai pengelola dan pendamping Brigade Pangan, agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan industri, pendamping petani, hingga tenaga teknis dan aparatur bidang pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, daya saing lulusan pendidikan vokasi pertanian mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 50 lulusan telah diterima bekerja di industri di Jepang, yang terdiri atas 25 lulusan Polbangtan Bogor dan 25 lulusan Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma).

Selain itu, sejumlah alumni Polbangtan dan PEPI juga telah berkiprah sebagai pengelola Brigade Pangan di lokasi OPLAH dan CSR.

Idha mengatakan capaian tersebut menunjukkan lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu bersaing di dunia usaha dan industri sekaligus berkontribusi dalam berbagai program strategis pembangunan pertanian.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini