Penyakit Ganoderma Ancam Keberlanjutan Sawit Indonesia

0
penyakit sawit
Ilustrasi

Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh ganoderma merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan sawit Indonesia.

“Sering terjadi baik di perusahaan dan perkebunan rakyat, terlambat menyadari sehingga harus dieridikasi,” kata Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Ardi Praptono pada Simposium Internasional Ganoderma di Bandung, Rabu (31/1).

Ardi mengatakan, perkebunan rakyat yang terkena Ganoderma mencapai 46.767 hektare, paling besar di Sumatera Utara (Sumut) yang sudah masuk generasi ke lima, 34.000 hektare.

Perkebunan rakyat yang terkena tersebar di 12 provinsi yaitu Nangroe Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.

Ardi mengatakan, Kementan melalui Ditjen Perkebunan telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyakit pangkal busuk batang, yang menyerang tanaman sawit tersebut.

“Pemerintah melakukan pemantauan dan pelaporan Ganoderma di semua provinsi dengan aplikasi sistem informasi pelaporan dan rekap data organisme pengganggu tanaman (sipereda OPT) serta Informasi pengendalian OPT melalui aplikasi sistem informasi kesehatan tanaman (sinta),” kata Ardi.

Berbagai upaya untuk melakukan mitigasi ganoderma seperti sanitasi, deteksi dini dan rekayasa tanaman tahan ganoderma, lanjutnya hasilnya belum memuaskan sehingga harus dilakukan berbagai upaya.

“Kalau semakin banyak tanaman yang terkena dan eridikasi banyak yang dilakukan maka populasi tanaman berkurang dan produksi dan produktivitas menurun,” kata dia.

Pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit masih menjajikan dan jadi tumpuan untuk menjaga perekonomian nasional. Pada 2020. ekspor pertanian didominasi oleh minyak sawit yang nilainya mencapai USD 34,94 miliar atau sekitar Rp 600 triliun.

“Oleh karena itu, kami mengharapkan semua pihak bersinergi untuk mengendalikan penyakit ini dan meminta masukan konkrit kepada pemerintah,” kata Ardi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini