Peragi Bentuk 4 Lembaga Semi Otonom Untuk Majukan Pertanian

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) membentuk 4 lembaga semi otonom pada perayaan ulang tahun ke-43. Sebagai kepanjangan tangan PERAGI untuk mendorong dan memajukan pertanian Indonesia

Empat lembaga tersebut  Lembaga Sertifikasi Profesi, lembaga pemberdayaan pertanian, lembaga kajian dan lembaga kemanusiaan.

“Empat lembaga itu yang akan menjadi kepanjangan tangan PERAGI untuk mendorong dan memajukan pertanian Indonesia,” kata Ketua Umum Peragi, Dr. Muhammad Syakir.

Keempat lembaga tersebut adalah LSP Agro Global Lestari yang menjadi lembaga sertifikasi profesi pertanian berstandar nasional dan internasional.

Berikutnya PERAGI PRIMA akan mengembangkan model pemberdayaan petani dari hulu ke hilir. Sementara PERAGI Institut menjadi lembaga kajian strategis kebijakan pertanian. Terakhir PERAGI Care yang akan menangani isu-isu kemanusiaan yang menyangkut petani.

Keempat lembaga itu dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan sudah berkecimpung lama di bidang tersebut. Sebut saja LSP Agro Global Lestari dipimpin oleh Prof. Dr. Sandra Arifin Aziz Guru Besar IPB; PERAGI PRIMA oleh Baran Wirawan, MSc; PERAGI Institut oleh Dwi Asmono, PhD; dan PERAGI Care oleh Dr. Saefudin. Keempat pimpinan 4 lembaga tersebut juga sebagai pengurus pusat PERAGI.

Menurut Syakir, rilis keempat lembaga tersebut dilakukan pada acara puncak peringatan ulang tahun PERAGi yang dirayakan dengan talkshow bertema “Kilas Balik dan Kiprah 43 Tahun PERAGI: Harapan dan Cita”.

Hadir sebagai nara sumber Prof. Dr. Ir. Justika Baharsjah, MSc; Ir. Acmad Manggabarani, MM; Dwi Asmono, Ph.D; Sandi Octa Susila, SP dan 6 Ketua Komisariat Daerah (Komda) PERAGI.

Pada kesempatan itu PERAGI juga memberikan penghargaan (award) kepada Komda yang telah banyak berkiprah di daerah masing-masing.

“Penghargaan ini untuk memacu kita semua meningkatkat kiprah PERAGI di daerah maupun di nasional,” kata Syakir.

Komda tersebut yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, DIY, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Tengah penghargaan Komda teraktif sepanjang 2019-2020 dalam menjalankan kegiatan-kegiatan nasional dan internasional. Tidak hanya itu, Pengurus Pusat juga memberikan penghargaan kepada 6 Komda paling respon di tahun 2020.

Puncak HUT sekaligus momentum konsolidasi seluruh pengurus, baik pusat dan daerah dalam rangka untuk menguatkan kembali kelembagaan profesi PERAGI dalam rangka menjawab berbagai tantangan dan permasalahan besar pembangunan pertanian, tegas Syakir.

Tidak hanya merilis 4 lembaga penting dan strategis, pada puncak HUT kali ini juga di launching Mars PERAGI yang telah mendapatkan HAKI (Hak Cipta) Nomor 000213345 dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 9 Oktober 2020 dengan pencipta lirik oleh Saefudin/Sae, Gatot Supangkat, Andi M Syakir dan lagu oleh Sigit Baskoro. Mars merupakan spirit dan inspirasi pergerakan PERAGI.

Tekad PERAGI untuk menjadi bagian penting terhadap perjalanan pembangunan pertanian tidak bisa dibendung lagi, dalam usianya yang ke-43 diharapkan mampu berdiri tegak dan bergerak bersama seluruh lapisan bahu membahu untuk menciptakan untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa.Dirgahayu PERAGI ke 43.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini