
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu gerai retail modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Kamis (6/8) malam, untuk memastikan ketersediaan beras premium Bulog di tingkat konsumen.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan beras premium Bulog tersedia di jaringan retail modern sekaligus mengawal perluasan distribusinya ke berbagai daerah, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rizal mengatakan hasil sidak menunjukkan pasokan beras premium di retail modern masih tersedia dengan baik, termasuk beras premium Bulog merek Punakawan dan Befood Sentra Ramos.
“Kita saksikan bersama bahwa masih banyak produk beras premium di sini dan stoknya masih penuh, tidak ada yang kosong. Beras Bulog, yaitu Punakawan dan Befood Sentra Ramos, juga tersedia di retail modern. Intinya kita memberikan harga yang paling rendah, yaitu Rp74.500 per 5 kilogram,” ujarnya.
Ia menjelaskan, harga beras premium Bulog jauh lebih murah dibandingkan sejumlah merek lain yang dijual di pasaran. Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, beras merek Anak Raja dijual sekitar Rp94.500 per 5 kilogram, sedangkan Topi Koki mencapai Rp126.900 per 5 kilogram.
“Ini menunjukkan kehadiran negara memberikan harga yang semurah-murahnya kepada masyarakat. Di situasi saat ini perlu dukungan pemerintah untuk memberikan harga terbaik kepada konsumen,” katanya.
Untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga, Rizal mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Bulog, khususnya di kota-kota besar, untuk melakukan sidak serentak ke berbagai jaringan retail modern.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila pemerintah melakukan penarikan puluhan merek beras fortifikasi dari peredaran. Dengan demikian, Bulog ingin memastikan tidak terjadi kekosongan pasokan beras premium di tingkat konsumen.
“Kami khawatir dampak dari penarikan 40 merek beras fortifikasi jangan sampai membuat pasokan di pasar kosong. Karena itu, kami memastikan beras Bulog tersedia dan stoknya mencukupi,” ujarnya.
Untuk menjaga pasokan tetap aman, Bulog juga menyiapkan kapasitas produksi beras premium yang memadai. Rizal mengungkapkan, saat ini Bulog memproduksi sekitar 300 ton beras premium per hari secara nasional, sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta mencapai sekitar 21 ton per hari.
Bulog juga akan meningkatkan produksi beras premium seiring rencana pengalihan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan harga beras di pasaran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap beras premium dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain melalui retail modern, beras Bulog juga dipasarkan melalui pasar tradisional, toko pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai kegiatan Gerakan Pangan Murah yang terus dilaksanakan bersama pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.





























