
Perum Bulog mengusulkan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dijadikan beras premium guna menjaga ketersediaan pasokan apabila penarikan sejumlah merek beras fortifikasi dilakukan, sekaligus membantu menekan harga beras premium di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, usulan tersebut akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
“Untuk kepastian peralihan CBP menjadi premium itu nanti kita Rakortaskan dulu hari Senin,” kata Rizal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu gerai retail modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Kamis (6/8) malam.
Usulan tersebut didukung oleh ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tinggi. Hingga awal Agustus, realisasi serapan gabah Bulog telah mencapai 87,4 persen atau sekitar 3,5 juta ton. Capaian tersebut mendorong total stok CBP yang dikelola Bulog hampir menyentuh 5,4 juta ton.
Menurut Rizal, sebagian stok CBP diusulkan dijadikan beras premium untuk memperkuat pasokan di pasar sekaligus menekan harga beras premium yang masih tergolong tinggi.
“Kemudian kita juga akan dorong nanti ke depan sesuai dengan rencana pengalihan CBP menjadi beras premium tersebut dengan harapan bisa menekan harga-harga beras yang terlalu tinggi. Kasihan kepada masyarakat kalau harganya sampai Rp126.000 per 5 kilogram, itu terlalu berat bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, Bulog memproduksi sekitar 300 ton beras premium per hari secara nasional, sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta mencapai sekitar 21 ton per hari. Kapasitas produksi tersebut dinilai memadai untuk mendukung ketersediaan beras premium di berbagai wilayah.
Perluas Distribusi Beras Premium
Bulog juga akan terus memperluas distribusi beras premium melalui berbagai jaringan retail modern di seluruh Indonesia. Sehingga, masyarakat semakin mudah memperoleh beras premium dengan harga yang terjangkau, sekaligus memperkuat kehadiran produk Bulog di pasar ritel.
Rizal mengatakan  telah menginstruksikan seluruh kantor wilayah, khususnya di kota-kota besar, melakukan pemantauan langsung ke berbagai gerai retail modern guna memastikan beras premium merek Punakawan dan Befood Sentra Ramos tersedia di rak penjualan.
“Kami sudah perintahkan seluruh jajaran di kota-kota besar dari pagi sampai malam untuk melaksanakan sidak ke berbagai retail modern. Tujuannya memastikan produk beras Bulog tersedia di retail modern,” kata Rizal.
Ia menjelaskan, perluasan distribusi tersebut juga menjadi langkah antisipasi apabila pemerintah nantinya melakukan penarikan sejumlah merek beras fortifikasi dari peredaran.
“Kami khawatir dampak dari penarikan 40 merek beras fortifikasi jangan sampai membuat pasokan di pasar kosong. Karena itu, kami memastikan beras Bulog tersedia dan stoknya mencukupi,” ujarnya.
Selain melalui retail modern, beras premium Bulog juga dipasarkan melalui pasar tradisional, toko pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai kegiatan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Rizal, Bulog akan terus memperluas jaringan distribusi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan beras premium dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp74.500 per kemasan 5 kilogram.





























