Pembelian Gabah Sesuai HPP Komitmen Prabowo Wujudkan Kesejahteraan Petani

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono. Dok: Ist

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, pembelian gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kesejahteraan petani.

Dia menjelaskan, pembelian gabah sesuai HPP ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan harga yang adil bagi petani, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempercepat swasembada pangan di Indonesia.

Diketahui pemerintah telah menaikkan harga gabah di tingkat petani menjadi Rp 6.500 per kilogram, serta menugaskan  Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton gabah setara beras hingga April 2025.

“Intinya adalah swasembada pangan adalah prioritas dari Bapak Presiden. Jadi stok nasional harus cukup, produksi nasional harus cukup, kemudian petaninya juga wajib hukumnya sejahtera,” tutur Sudaryono ditemui di Jakarta, Minggu (10/2).

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Bulog ini berharap, dengan Bulog dan penggilingan padi yang membeli gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP, nilai tukar petani dan kesejahteraan mereka akan semakin meningkat.

“Oleh karenanya, HPP Rp 6.500 sudah ditentukan, Bulog wajib memastikan beras dan gabah yang dibeli harus pembelian gabah di tingkat petaninya Rp 6.500, minimal 3 juta bisa lebih sesuai dengan kebutuhan,” tutur Sudaryono.

Menurut dia, komitmen Presiden Prabowo terhadap ketahanan pangan di Indonesia sangat jelas dan meyakinkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan stok pangan yang cukup dan, tak kalah pentingnya, menjaga serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saya kira itu program jelas, visi jelas, rencana sudah jelas, tinggal kita pelaksanaan yang harus kita jaga dan kawal bersama,” ujar Sudaryono.

Dia juga mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk bekerja sama secara konstruktif dalam mengawasi dan memantau realisasi kebijakan ini, khususnya dari Bulog dan pihak-pihak terkait lainnya, termasuk penggilingan swasta.

“Ini keroyokan, karena ini program negara, bukan hanya pertanian dengan Bulog, tapi melibatkan semua, dari kejaksaan, dari kepolisian, dari TNI, pemerintah daerah, semua keroyoan memastikan tujuan swasta-sembadan yang kita inginkan ini tercapai,” imbuh dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini