
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mencapai target optimasi lahan rawa (Oplah) sebesar 106 ribu hektare dan 150 ribu hektare untuk cetak sawah baru.
Pria yang akrab disapa Mas Dar ini berharap Provinsi Sumsel ini menjadi terdepan di dalam program Oplah yang saat ini digencarkan di 12 provinsi.
“Saya berkeinginan, hanya ada satu kata, Sumsel harus jadi juara Oplah. Jangan sampai Sumsel ini kalah sama Merauke. Meski mereka start lebih dulu tapi yakinlah Sumsel yang menjadi juaranya,” kata dia saat meninjau lokasi cetak sawah di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (3/12).
Menurut Mas Dar, potensi lahan rawa memiliki peranan yang sangat strategis terutama dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto yaitu mewujudkan swasembada pangan secara cepat dan singkat.
Pria yang lahir di Grobogan, Jawa Tengah ini pun menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap peningkatan produksi pertanian, termasuk pemanfaatan lahan rawa di Provinsi Sumsel.
“Dulu ketika beliau (Presiden Prabowo) jadi Ketua Himpunan Kerukutanan Tani Indonesia (HKTI), beliau bilang kalau saya jadi Presiden saya akan fokus membangun lahan rawa di Sumsel,” kata Mas Dar.
“Dan Alhamdulillah, setelah beliau jadi presiden ternyata benar. Sekarang beliau memberikan prioritas yang utama kepada Sumsel, sama seperti janji beliau yang saya dengar kira-kira tahun 2011 lalu,” tambahnya.
Wamentan Sudaryono berharap, dengan perhatian tersebut, Provinsi Sumsel dapat menjadi contoh sukses dalam memanfaatkan potensi lahan rawa untuk mencapai ketahanan pangan nasional.
Masih di tempat yang sama, Mas Dar juga mengajak jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk turut serta dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam menjalankan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Program tersebut nantinya akan fokus pada penanaman cabai, bawang, dan komoditas penting lainnya, guna mengendalikan inflasi di daerah.
“Untuk jajaran Polri nanti lebih diharapkan membina KRPL rumah Lestari untuk ditanami cabai, bawang dan seterusnya. Ini penting karena bisa menekan inflasi,” pungkas Sudaryono.





























