Mahasiswa Polbangtan Bogor Turun Tangan Dongkrak PAT di Jabar

0
pompa air
Mengalirkan air masuk ke dalam sawah menggunkan pompa. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

Sekitar 230 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terlibat langsung dalam program perluasan areal tanam (PAT). Mereka menyebar di berbagai kecamatan di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Penanggung Jawab PAT di Kabupaten Bogor dan Bekasi, Yoyon Haryanto, mengatakan bahwa potensi PAT di Kabupaten Bogor bisa mencapai 7.000 hektare dari PAT yang ada saat ini, yaitu 4.600 hektare.

Luasan sawah tadah hujan yang paling terluas, yakni berada di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

“Kami terus maksimalkan kehadiran mahasiswa dalam membantu petani memperluas areal tanam dan mengoperasikan pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi kekeringan,” ujar Yoyon saat mengikuti live report, Senin (23/9).

Yoyon menyebut, seluruh mahasisawa ini sudah dibekali teknik lapangan seperti penguasaan engineering pompa hingga melakukan tanam dan panen secara langsung dengan menggunakan traktor dan deretan teknologi mekanisasi lain.

“Para petani merasa terbantu karena disaat pompa dan traktor memiliki kendala maka disaat yang sama mahasiswa turun membantu pengecekan,” ujar Yoyon, yang juga Direktur Polbangtan Bogor ini.

Berdasarkan SK yang ada, mahasiswa ditugaskan sejak bulan Juni hingga Desember mendatang. Selama periode ini, mereka berada di lapangan untuk membantu pemerintah meningkatkan produktivitas, terutama saat musim kering yang melanda sejumlah sentra pertanian di Indonesia.

“Alhamdulillah mereka banyak membantu karena petani bisa berproduksi setiap hari. Ke depan, mahasiswa juga siap dilibatkan dalam berbagai program pemerintah,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah terus menggenjot percepatan produksi melalui program perluasan areal tanam PAT dan pompanisasi sebagai solusi cepat meningkatkan indeks pertanaman dari yang hanya satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam PAT di saat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.

Lewat program tersebut, Amran yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.

“Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini