Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Mohamad Ikbal Bahua menilai upaya pemerintah melakukan cetak sawah dalam rangka melakukan akselerasi swasembada pangan menjadikan petani sebagai tuan rumah di negerinya sendiri.
Dia beralasan bahwa selama ini sebagain besar petani merupakan penggarap. Melalui cetak sawah, pemerintah memiliki kepercayaan penuh kepada petani melalui skema pengelolaan lahan sehingga menjadi modal mereka untuk hidup lebih sejahtera.
“Adanya ekstensifikasi lahan ini, petani akan merasa memiliki, bahwa mereka diperhatikan oleh pemerintah, mereka diberi pekerjaan, lahan, pupuk, benih sehingga mereka merasa nyaman di negerinya sendiri, kenapa? karena paling banyak petani di Indonesia adalah petani penggarap mereka selama ini menghidupi yang namanya petani berdasi,”
kata Mohamad Ikbal saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (2/11).
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan percepatan dalam rangka mencapai target swasembada pangan, di antaranya melalui ekstensifikasi dengan memperbanyak cetak sawah yang ditargetkan 3 juta hektare.
Program cetak sawah ini akan dilaksanakan di beberapa daerah seperti Merauke, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Aceh, Jambi dan daerah lainnya.
Ikbal memandang gagasan swasembada pangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, Prabowo, menurutnya ingin mendudukkan kembali kedaulatan Indonesia di sektor pertanian.
“Indonesia adalah negara agraris yang penuh dengan sumber daya alam baik itu pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan yang memenuhi untuk kita kelola demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jadi, konsep dari Pak Prabowo bersama kabinetnya nanti ini meningkatkan atau mau swasembada pangan adalah langkah yang paling tepat,” ujar Ikbal.
Selain itu, bonus demografi, ia melanjutkan menjadi modal utama terutama untuk mengembangkan pertanian dari sektor hulu ke hilir sehingga memunculkan varian-varian diversifikasi pangan yang bisa meningkatkan nilai tambah baik untuk konsumsi dalam negeri maupun orientasi ekspor.
“Hal ini menjadi salah satu motor penggerak untuk menaikkan pendapatan sehingga bisa mensejahterakan petani, nelayan, dan peternak kemudian dengan adanya kebijakan Prabowo ini Indonesia bisa menjadi negara yang tumbuh berkembang lagi di bidang pertanian,” kata Ikbal.
Sebagian besar petani menurut Ikbal masih berada di bawah garis kemiskinan, sehingga dengan adanya gagasan swasembada pangan Prabowo akan meningkatkan derajat kemampuan masyarakat untuk bisa hidup sejahtera.
“Dampaknya, mereka bisa berbudidaya dengan baik, bagaimana mereka bisa berbisnis dengan baik dan bagaimana mereka bisa hidup lebih layak,” pungkas Ikbal.






























