Jogja Palm Connect 2025 Resmi Dibuka, UMKM Sawit Jadi Sorotan di Yogyakarta

0

YOGYAKARTA – Dentuman gong menggema di Graha Instiper, Yogyakarta, Sabtu pagi, 22 Agustus 2025. Di panggung utama, Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Rino Afrino, bersama Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman, mengenakan blangkon hitam khas Jawa sebelum mengetuk gong pembuka. Suasana hangat khas budaya Yogyakarta menyelimuti pembukaan Jogja Palm Connect 2025, gelaran yang akan berlangsung hingga 24 Agustus dan menjadi ajang unjuk gigi UMKM sawit dari berbagai daerah.

Ratusan peserta, mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum, memadati ruang pameran. Aroma kopi sawit dan jajanan olahan berbahan minyak sawit tercium sejak pintu masuk. Di beberapa sudut, stan produk kosmetik dan bioenergi menarik perhatian pengunjung. Tak hanya memamerkan produk, sebagian pelaku UMKM juga membuka sesi interaktif—membagikan resep, tips pengolahan, hingga peluang bisnis berbasis sawit.

“Jogja Palm Connect bukan sekadar pameran, tapi forum penguatan UMKM sawit dari hulu hingga hilir,” kata Rino Afrino dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa acara ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium gagasan untuk memajukan UMKM sawit di tengah persaingan global.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, dan Rektor Instiper, Harsawardana, yang menyambut tamu dengan penuh keramahan. Dari Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman menegaskan kembali peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“UMKM adalah garda terdepan perekonomian Indonesia. Kontribusinya pada penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen. Karena itu, forum seperti Jogja Palm Connect sangat penting sebagai sarana edukasi, inovasi, dan kolaborasi,” ujar Bagus.

Di area expo, kreativitas UMKM terlihat nyata. Produk makanan ringan berbahan turunan sawit dikemas modern dan ramah lingkungan. Kosmetik berbasis minyak sawit tampil dengan sentuhan lokal, sementara stan bioenergi menampilkan prototipe sederhana yang menunjukkan potensi sawit sebagai energi terbarukan. Mahasiswa dari berbagai kampus juga ikut memamerkan riset inovatif, mulai dari pupuk organik hingga kerajinan tangan berbahan limbah sawit.

Selain pameran, kompetisi inovasi produk turut memeriahkan acara. Peserta dari kalangan UMKM dan mahasiswa beradu kreativitas menghadirkan produk turunan sawit dengan nilai tambah tinggi. Kompetisi ini bukan hanya soal memenangkan hadiah, tetapi juga wadah untuk mempertemukan ide segar dengan kebutuhan pasar.

“Jogja Palm Connect kami rancang sebagai platform berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem sawit rakyat yang inklusif dan modern,” kata Rino. Ia berharap acara ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pemicu lahirnya kolaborasi jangka panjang.

Acara ini terbuka untuk umum. Panitia berharap gelaran tahunan ini menjadi ruang belajar, inspirasi, sekaligus jembatan kolaborasi bagi generasi muda, pelaku usaha, hingga masyarakat luas yang ingin melihat potensi besar industri sawit Indonesia dari dekat. Di tengah hangatnya suasana Yogyakarta, Jogja Palm Connect 2025 bukan hanya expo, melainkan sebuah perayaan inovasi dan keberlanjutan sawit rakyat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini