BPDP di IFBC 2025: Helmi Muhansah Dorong Literasi Sawit dan UMKM Hilir

0

 

Deretan tas dari lidi sawit, sandal dan helm berbahan turunan minyak nabati itu tertata rapi di sebuah booth yang cukup mencolok di Hall IFBC 2025, ICE BSD, Tangerang. Di tengah lalu-lalang pengunjung yang mencari peluang waralaba, hadir satu narasi berbeda: cerita tentang kelapa sawit dan manfaatnya bagi banyak kalangan, dari petani sampai pelaku UMKM.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tampil dalam perhelatan Indonesia Franchise, Brand & Business Concept Expo pada 31 Oktober–2 November 2025 untuk satu tujuan besar: memperbaiki pemahaman publik tentang sawit. Industri yang selama ini akrab dengan kontroversi lingkungan itu, menurut BPDPKS, juga menyimpan potensi kesejahteraan yang tak kecil bagi ekonomi nasional.

“Kami ingin masyarakat mengenal sawit bukan dari isu yang simpang-siur, tapi dari fakta di lapangan: jutaan petani menggantungkan hidup pada komoditas ini,” ujar Helmi Muhansah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP. Suaranya tenggelam sesaat oleh riuh permainan edukatif di sampingnya, sebelum ia menambahkan, “Dan UMKM kita sudah membuktikan, sawit bisa jadi produk kreatif bernilai tinggi.”

BPDPKS lahir melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015, berada di bawah Kementerian Keuangan, dan menunaikan mandat pengelolaan dana sawit: menghimpun, mengelola, dan menyalurkannya agar industri ini tak berjalan serampangan. Dana itu menopang tujuh pilar program strategis, mulai dari peremajaan sawit rakyat (PSR), riset dan inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga stabilisasi harga dan promosi.

Menurut Helmi, promosi publik menjadi penting karena masyarakat sering hanya melihat sawit dari sisi hilir besar—CPO untuk industri makanan, kosmetik, atau biodiesel. Di IFBC 2025, BPDPKS sengaja menunjukkan hilir kecil yang lebih dekat dengan kehidupan: tas lidi sawit yang ringan dan kuat, sandal elegan dari turunan oleokimia, sampai kerajinan rumah tangga yang menunjukkan keberagaman nilai tambah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini