Kebutuhan CPO untuk B50 Bakal Naik 5 Juta Ton

0
biodiesel 40 persen
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, mandatori biodiesel berhasil menekan impor sola Indonesia sepanjang tahun 2025. Dok: ESDM

Kebutuhan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk program biodiesel 50 persen (B50) yang mulai berlaku tahun depan diperkirakan akan memerlukan tambahan sekitar 5 juta ton.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian menjelaskan, kebutuhan minyak sawit untuk program biodiesel sudah cukup besar pada tahun ini.

“Kalau tahun ini kita sekitar 14-15 juta ton minyak sawit itu, tahun depan dengan berlakunya B50 itu akan mencapai sekitar 19 juta ton,” kata Baginda. “Jadi akan ada peningkatan kebutuhan untuk biodiesel kita ini sekitar 5 juta.”

Dia menilai lonjakan kebutuhan tersebut menjadi tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor sawit. Peningkatan konsumsi domestik yang signifikan harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan produksi agar pasokan tetap terjaga.

“Ini harus kita penuhi. Kita penuhi dari mana? Ya dari peningkatan produktivitas sekaligus peningkatan produksi,” ujar Baginda.

Menurut dia, jika kebutuhan dalam negeri meningkat tajam, maka akan ada penyesuaian pada sektor lain. Salah satunya adalah potensi pengurangan ekspor untuk memastikan pasokan biodiesel tetap terpenuhi.

“Kebutuhan dalam negeri mungkin masih bisa kita penuhi, tetapi ada hal lain yang harus kita sesuaikan, mungkin ekspor yang akan kita kurangi,” kata dia.

Baginda menegaskan bahwa pemerintah terus memikirkan skenario penyesuaian menghadapi perubahan ini.

“Hal-hal seperti ini sudah menjadi pemikiran kami bagaimana misalnya melakukan penyesuaian-penyesuaian nanti dengan kondisi-kondisi yang sedang kita hadapi ini,” kata imbuh Baginda.

Terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia akan berhenti mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar mulai 2026.

Bahlil optimistis target tersebut bisa tercapai karena ditopang dua faktor utama, yakni penerapan mandatori B50 pada 2026 serta peningkatan kapasitas kilang BBM di dalam negeri.

“Tahun depan kita nggak lagi impor Solar. Karena kita dorong ke B50 dan meresmikan operasinya RDMP kita yang ada di Balikpapan,” ujar Bahlil.

Sebagai informasi, kapasitas pengolahan minyak di RDMP Balikpapan meningkat sekitar 100.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini