Perum Bulog akan meningkatkan stok beras di Papua menjadi tiga kali lipat untuk memastikan tidak terjadi kekosongan maupun kekurangan pangan, khususnya beras, di sejumlah wilayah di Papua.
Direktur Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan saat ini stok beras Bulog di wilayah Papua, khususnya Jayapura, mencapai sekitar 17.000 ton yang tersebar di sejumlah gudang. Sementara di Gudang Argapura, stok yang tersedia sekitar 985 ton.
“Kami sedang mengupayakan ke depan untuk pemenuhan stok di Papua ini kami tingkatkan tiga kali lipat supaya tidak ada kekosongan-kekosongan ataupun bahkan kekurangan pangan khususnya beras di Papua, baik yang ada di Jayapura, Timika, bahkan sampai di Wamena,” kata Rizal saat meninjau gudang Bulog di Jayapura, Senin (6/7).
Menurut Rizal, Bulog menargetkan stok beras di Papua dapat mencapai lebih dari 50.000 ton. Selama ini, stok beras di Papua umumnya berada pada kisaran 30.000 hingga 35.000 ton.
Ia mengatakan peningkatan stok tersebut juga dilakukan karena program bantuan pangan kembali dilaksanakan pada Juli 2026 setelah penyaluran sebelumnya berakhir pada Juni.
“Kami yakinkan sampai dengan akhir tahun 2026 insyaallah stok ini bisa terdukung. Biasanya stok Papua sekitar 30 sampai 35 ribu ton. Kemarin ada program bantuan pangan yang berakhir di bulan Juni dan di bulan Juli ini akan ada bantuan pangan berikutnya,” ujarnya.
“Oleh karena itu, kami akan lipat gandakan stok di Papua menjadi tiga kali lipat, syukur-syukur bisa di atas 50.000 ton sehingga untuk memenuhi kebutuhan nanti, khususnya masyarakat Papua yang mayoritas Nasrani akan melaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru,” sambungnya.
Untuk mendukung penyaluran beras di Papua, perusahaan pelat merah ini akan memperkuat sinergi dengan Tentara Negara Indonesia (TNI) yang memiliki armada darat, laut, dan udara.
“Kami sedang mencari solusi-solusi. Ke depan kami akan bersinergi dengan TNI yang memiliki armada darat, laut dan udara sehingga mempercepat penyaluran beras khusus untuk masyarakat yang ada di Papua,” katanya.
Rizal menjelaskan pasokan beras ke Papua berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur melalui mekanisme mobilisasi nasional (movnas). Kedua provinsi tersebut merupakan sentra produksi pangan nasional.
“Untuk suplai stok ini kami dorong atau movnas dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur yang merupakan sentra-sentra produksi pangan di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan Bulog berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran beras, jagung, dan komoditas lainnya dengan kualitas yang baik.
“Stok kita juga banyak jadi tidak perlu bimbang dan ragu. Stok yang kita berikan ke masyarakat pasti dalam kondisi baik, sehat, higienis dan bermanfaat,” ujar Rizal.






























