
Badan Pangan Nasioanl (Bapanas) mendorong pelaku usaha perberasan untuk membantu Perum Bulog memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Demikian disampaikan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi saat meninjau Gudang Perum Bulog Pegambiran Cirebon, Jawa Barat, Minggu (28/4).
Bersama para pelaku usaha perberasan yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi), Arief turut mengecek kualitas beras yang berada di gudang Bulog.
“Hari ini bersama para pelaku usaha perberasan, teman-teman Perpadi, kita juga dorong agar membantu pasokan GKG suplai ke Bulog. Ini sudah menjadi komitmen kita bersama, jadi supaya silo-silo Bulog dapat cepet dipenuhi GKG. Kita simpan sebagai stok di masa mendatang,” ujar Arief.
Panen padi dalam negeri yang mulai mengalami peningkatan menjadi momentum penguatan stok CPP. Estimasi produksi beras di April ini diperkirakan mencapai 5,53 juta ton.
Menurut Arief, dengan sinergitas yang baik bersama para pelaku usaha perberasan ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah stok di Bulog.
“Bapak Presiden mengarahkan kita agar panen raya ini bisa betul-betul menyerap dengan baik. Sebab ini selaras dengan penugasan pemerintah ke Bulog untuk memenuhi stok CBP,” ujar Arief.
Arief menegaskan, momentum panen raya pada semester pertama ini sangat penting mengingat periode ini mencapai 70 persen dari total produksi padi tahunan. Karena itu, untuk meningkatkan serapan gabah Bulog sekaligus menjaga harga di tingkat produsen, pemerintah mengeluarkan kebijakan fleksibilitas.
“Jadi memang saatnya CPP kita terus dikokohkan. Bulog pun telah kita dorong dengan adanya kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras, sehingga dengan itu, kita ingin stok CPP dapat terus diperkuat dari dalam negeri,” kata Arief.
Adapun kebijakan fleksibilitas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras yang diterapkan bagi Perum Bulog yakni Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp 6.000 per kg. Selanjutnya Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Perum Bulog Rp 7.400 per kg.
Sementara HPP beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir maksimal 2 persen Rp 11.000 per kg. Ini berlaku sampai akhir Juni mendatang.
Dari hasil peninjauan tersebut, didapatkan informasi stok beras di Gudang Pegambiran sebesar 3.573 ton. Sementara total stok di Bulog area Cirebon mencapai 23.071 ton setara beras.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Firdaus Jamal mengatakan, pihaknya terus menggenjot penyerapan gabah/beras petani sesuai penugasan dari pemerintah.
“Hingga saat ini realisasi penyerapan beras di wilayah Cirebon mencapai 17.535 ton, sedangkan total target pengadaannya mencapai 41 ribu ton setara beras,” imbuh Imam.





























