
Perum Bulog bersama Perumda Pasar Jaya menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat pengendalian harga di pasar. Dalam waktu dekat, PD Pasar Jaya akan memasang banner di setiap pasar yang memuat daftar harga komoditas pangan strategis.
Daftar tersebut mencakup harga beras medium, beras premium, Minyakita, gula, hingga tepung. Seluruh harga yang ditampilkan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan langkah pemasangan banner daftar harga di setiap PD Pasar Jaya merupakan bagian dari penguatan pengawasan distribusi dan penjualan pangan.
“Tadi solusi kami mengantisipasi supaya tidak ada alasan dari para oknum-oknum yang nakal menjual harga lebih mahal dari harga HET maupun HAP,” ujar Rizal saat ditemui Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Sabtu (21/2).
Pemasangan banner daftar harga, sambung Dirut Bulog, juga akan mempermudah Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) dalam melakukan pengawasan di lapangan.
“Jadi, tidak berdebat dan lain sebagainya, cukup tunjukkan saja banner ataupun screen yang akan dibuat oleh teman-teman Pasar Jaya dalam hal ini,” kata Rizal.
Selain pemasangan banner, Pasar Jaya juga menyiapkan kios di masing-masing pasar yang akan disuplai langsung oleh Bulog. Skema ini dirancang sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog agar distribusi semakin dekat dengan pengecer.
“Ini nanti di masing-masing pasar direncanakan ini pilot project untuk di wilayah Pasar Jaya di 146 pasar nanti ada disiapkan masing-masing kios untuk Bulog untuk disiapkan stoknya di kios tersebut,” ujar Rizal.Â
Dengan adanya kios tersebut, pengecer tidak lagi harus membeli minyak goreng, beras, dan gula langsung ke gudang Bulog. Pembelian cukup dilakukan di kios Bulog yang tersedia di pasar, sehingga proses menjadi lebih cepat dan biaya angkut dapat ditekan.
“Sehingga mempermudah cara pembelian, mempercepat cara pembelian, termasuk juga meringankan para pengecer untuk tidak mengeluarkan cost biaya ongkos angkut. Ini harapannya,” ungkap Rizal.
Purnawirawan itu berharap langkah ini dapat menghilangkan alasan kelangkaan stok yang selama ini kerap dijadikan dasar kenaikan harga di tingkat pengecer.
“Tidak ada lagi alasan pengecer menaikkan harga kalau kemarin kan alasannya cari stoknya susahlah atau cari bahannya susah. Nah, sekarang stoknya kita dorong langsung ke pasar, tapi di kios yang ditunjuk oleh Pasar Jaya,” kata dia.Â
Dia menegaskan, kios Bulog tersebut hanya melayani pengecer yang telah direkomendasikan Pasar Jaya maupun Dinas Perdagangan. Selain itu, pengecer wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar penyaluran minyak goreng sesuai dengan ketentuan Permendag.
“Kami juga menghimbau kepada para pengecer untuk juga segera mendaftarkan diri membuat NIB kepada Dinas Perdagangan sehingga nanti dengan NIB tersebut kita bisa menyerahkan atau menyalurkan minyak goreng yang bisa dipasarkan di masing-masing pengecer,” imbuh dia
Reporter: Supianto





























