Dukung UMKM Hortikultura Berkembangkan, Kementan Hadirkan SiPaLem

0
Sistem Penguatan Kelembagaan UMKM Hortikultura (SiPalem)

Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (Ditjen Hortikultura), Kementerian Pertanian (Kementan) membangun sistem informasi bernama SiPaLem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Horti.

SiPaLem UMKM Hortikultura ini dilengkapi dengan fitur klasterisasi dan intervensi sesuai dengan kebutuhan UMKM, yang didukung oleh fitur Decision Support System (DSS) untuk memberikan intervensi yang tepat sasaran.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak mengatakan, aplikasi ini merupakan bentuk komitmen Ditjen Hortikultura untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap UMKM hortikultura.

“Dengan adanya aplikasi SiPaLem Hortikultura ini, diharapkan UMKM hortikultura dapat termonitor dengan baik, sehingga dapat menerima intervensi sesuai kebutuhannya,” kata Hotman, dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (28/8).

Ketua Kelompok Pengembangan Usaha dan Kelembagaan, Dina Martha, menambahkan bahwa SiPaLem UMKM Horti sangat membantu dalam memahami perkembangan UMKM setelah menerima bantuan sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan hortikultura.

“Kami akan membangun sistem klasterisasi UMKM, yang terdiri dari klaster pemula, berkembang, dan maju. Nantinya, bentuk intervensi akan disesuaikan dengan tingkat klaster masing-masing UMKM,” ujar dia.

Diketahui, pengembangan UMKM semakin masif, termasuk dalam sektor hortikultura. Salah satu upaya untuk mengembangkan UMKM berbasis hortikultura adalah melalui penguatan kelembagaan.

Salah satu UMKM hortikultura yang berkembang pesat adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Rejeki Sejahtera di Kabupaten Brebes. KWT Rejeki Sejahtera merupakan penerima manfaat dari program Sarana dan Prasarana Pascapanen dan Pengolahan Hortikultura yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Hortikultura.

Produk unggulan KWT Rejeki Sejahtera, yaitu keripik pisang, yang telah mendapatkan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan kini dipasarkan di pasar retail lokal Kabupaten Brebes serta melalui e-commerce.

“Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Hortikultura atas fasilitasi yang diberikan. Dengan adanya bangsal dan sarana pengolahan, kami dapat meningkatkan kapasitas produksi,” ungkap Ketua KWT Rejeki Sejahtera, Purniasih.

Pada kesempatan kunjungan ke KWT Rejeki Sejahtera, dilakukan pengenalan awal aplikasi SiPaLem Horti, dengan penjelasan singkat mulai dari aspek kelembagaan, sumber daya, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga produk dan pemasaran.

Dengan adanya penguatan kelembagaan melalui aplikasi SiPaLem UMKM Horti, diharapkan UMKM hortikultura di Indonesia dapat terus berkembang, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini