
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan asosiasi petani sawit melakukan penandatangan komitmen penanaman padi gogo di lahan sawit.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh sejumlah pihak, yaitu Direktur Utama PTPN III Holding, Muhammad Abdul Ghani, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), M. Hadi Sugeng Wahyudiono, Wakil Ketua Bidang Promosi dan Media Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Qayyum Amri, serta Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir), Setiyono.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun), Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan, penandatangan komitmen penanaman padi gogo ini sebagai upaya untuk mendukung program swasembada pangan.
Pria kelahiran Jepara pada tanggal 12 April 1972 ini menuturkan, pihaknya berkomitmen mendukung swasembada pangan melalui pemanfaatan lahan perkebunan tumpang sari dengan tanaman pangan.
“Dalam implementasi, kolaborasi sektor sangat dibutuhkan, termasuk pengawasan pada setiap tahap untuk memastikan dampak positif dari investasi dan kebijakan yang diterapkan,” ujar Heru di Kantor Pusat Kementan, Jumat lalu.
Dia menambahkan, penandatangan komitmen bersama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, asosiasi petani, dan pihak yang terkait dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Lebih jauh, dia mengatakan, melalui mekanisasi dan pendampingan petani, Ditjenbun akan terus berupaya meningkatkan produktivitas.
“Dengan kolaborasi yang erat, program tumpang sari ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkas dia.





























