Kopdes Merah Putih Berpeluang Salurkan Jagung SPHP

0
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi dalam Sarasehan Kemitraan Gula Nasional (SKGN) 2025 di Jakarta, Rabu (2/7).

Kepala Badang Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpeluang untuk menyalurkan jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hal ini disampaikan Arief dalam konferensi pers launching penyaluran SPHP Jagung Tahun 2025 di Ruang Rapat Nusantara 2 Gedung E, Jakarta, Rabu, (24/9).

“Nanti kalau semuanya sudah siap, uangnya sudah siap, kita besarkan semua termasuk Kopdes Merah Putih. Karena Kopdes Merah Putih ini besok bukan hanya menyalurkan, tapi juga sebagai off-taker (pembeli),” kata Arief.

Arief mengatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, agar Kopdes Merah Putih bisa mempersiapkan kebutuhan petani dan peternak di daerah.

“Jadi, nanti punya alat pipil, punya drying sendiri bisa nyiapin kebutuhan para peternak yang ada di daerahnya,” ujarnya.

Arief menjelaskan bahwa prinsip dasar Kopdes Merah adalah mengedepankan ekonomi berbasis bisnis, bukan sekadar memberikan uang gratis atau bantuan cuma-cuma.

“Jadi, makanya basis selalu disampaikan oleh Pak Menko Pangan basisnya bisnis, karena uang yang diberikan ini uang yang diberikan tanda kutip nanti oleh approval oleh Menteri Keuangan, Danantara dan siapapun himbaranya itu B2B. Jadi, bukan diberikan grant,” katanya.

Ia menambahkan, uang yang dipinjamkan oleh pemerintah harus sesuai dengan bisnis proposal masing-masing Kopdes Merah Putih. Menurutnya, yang paling memahami desa adalah masyarakat di desa tersebut.

“Jadi, kalau nanti desanya itu desa peternak telur ya peternak telur, kalau desanya itu banyak padinya kenapa nggak drying dan selep sederhana ada di situ,” sambungnya.

Arief juga menekankan, inti dari ekonomi kerakyatan adalah mengembangkan ekonomi di tempat itu sendiri, tanpa harus membawa model ekonomi yang jauh dari kebutuhan desa.

“Maksudnya Presiden Prabowo itu adalah ekonomi kerakyatan itu ada di situ. Jangan dibawa lagi jauh-jauh kemana balik lagi di situ. Jadi biarkan ekonomi itu ada di situ, Kopdes Merah Putih,” katanya.

Diketahui, pemerintah melalui Bapanas resmi memulai pelaksanaan program SPHP jagung bagi peternak rakyat. Penugasan kepada Perum Bulog telah diterbitkan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September.

Program SPHP jagung ini menggunakan stok CJP sebanyak 52.400 ton dan dilepas dengan harga Rp 5.500 per kilogram sampai peternak. Sementara anggarannya telah tersedia di Bapanas sejumlah Rp 78,6 miliar dengan asumsi subsidi harganya Rp 1.500 per kg.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini