Kementan dan Kementrans Kolaborasi Bangun Epicentrum Ekonomi Baru di Desa

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara memberikan keterangan pers usai melaksanakan penandatangan Kesepakatan Bersama terkait Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Transmigrasi dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Pertanian di Gedung A Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis 9 Januari 2025.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman kolaborasi dengan Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara membangun epicentrum ekonomi baru di desa.

Hal ini terungkap setelah kedua menteri ini melakukan Penandatangan Kesepakatan Bersama terkait Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Transmigrasi dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Pertanian di Gedung A Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Kamis 9 Januari 2025.

“Kita kerja bersama membangun klaster, membangun epicentrum ekonomi baru di desa, yaitu klaster pertanian modern, transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern,” kata Mentan Amran.

Dia menjelaskan, pendekatannya akan bersifat holistik, menyentuh berbagai aspek yang saling terkait. Kementan akan bertugas mencetak sawah baru dan menyediakan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi pertanian.

Di sisi lain, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap menjalankan pertanian modern. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) akan bertugas menyediakan perumahan layak bagi para transmigran.

Mentan Amran berharap, dengan pendekatan holistik ini, masyarakat akan termotivasi untuk melakukan transmigrasi ke daerah-daerah yang telah disiapkan, karena mereka akan merasakan kemudahan dan peluang baru dalam bidang pertanian.

Dengan adanya sawah baru, alat mesin pertanian modern, dan perumahan layak, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di tempat baru mereka.

“Sehingga, masyarakat yang hadir seperti dikatakan Pak Menteri Transmigrasi, petani dan juga transmigrasi ini lebih sejahtera daripada saat dia tinggalkan kampung halamannya. Kehidupannya lebih baik,” kata Mentan Amran.

“Nah, pendapatannya ada testimoni dari Sabang sampai Merauke, tadi itu sudah berpendapatan 15 juta, ini bukan gaji, pendapatan Rp 15 juta per bulan bersih yang kita sudah lakukan sekarang,” sambung dia.

Mentan Amran juga menjelaskan bahwa pendekatan holistik ini tidak hanya berhenti pada produksi pertanian, tetapi juga mencakup hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah (added value).

“Kita melakukan hilirisasi produk agar nilai tambahnya bisa melonjak hingga 100-200 persen. Ini akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan transmigran,” ungkap dia.

“Jadi, itu kita melakukan holistik dari hulu hingga hilir, kita melakukan hilirisasi produk-produknya sehingga added value (nilai tambahnya) bisa melompat 100-200 persen. Itu kita akan lakukan. Kata kuncinya adalah di sana ada epicentrum ekonomi baru,” pungkas Mentan Amran.

Di tempat yang sama, Muhammad Iftitah menjelaskan, dalam kerjasama ini, Kementrans akan memberikan kontribusi utama dalam penyiapan tenaga kerja yang terampil, serta penyiapan perumahan bagi masyarakat yang melakukan transmigrasi.

“Nanti juga Insyaallah akan kami sinergikan dan kolaborasikan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” tutur Muhammad Iftitah.

Lebih lanjut, Muhammad Iftitah juga menjelaskan bahwa Kementrans tidak hanya fokus pada penyiapan tenaga kerjanya dan perumahannya, tetapi juga pada pengelolaan manajemen transmigrasi secar menyeluruh.

Salah satu fokus utama dalam manajemen ini adalah peningkatan keterampilan dan skill para transmigran, agar mereka dapat lebih siap dan mandiri dalam mengelola kehidupan dan usaha pertanian di tempat baru mereka.

“Kami juga akan berkolaborasi dengan Kementerian-Kementerian lainnya seperti juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan juga mungkin nanti dengan badan lain seperti Bulog misalkan sebagai off taker dari apa yang sudah diproduksi oleh para transmigran dan para petani,” sambung dia.

Muhammad Iftitah melanjutkan, secara prinsip, dirinya dan Mentan Amran memiliki kesamaan visi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Sehingga, kaum transmigran dan kaum petani tidak lagi dianggap sebagai warga kelas dua tetapi Insyaallah menjadi sosok guru dari pembangunan nasional secara keseluruhan,” ungkap Muhammad Iftitah.

“Tadi saya mengutip dari pernyataan Bapak Menteri Pertanian bahkan kalau perlu kita upayakan bagaimana para petani tersebut dan transmigran itu memiliki pendapatan lebih dari gaji Menteri sebulannya begitu,” sambung dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini