
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan menjaga harga ayam dan telur di tingkat peternak agar tidak jatuh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). Kesepakatan tersebut telah dicapai bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari penguatan penyerapan hasil produksi peternak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mentan Amran mengatakan, berdasarkan laporan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), harga ayam dan telur mulai mengalami kenaikan. Namun, pemerintah tetap akan mengawal harga agar tidak merugikan peternak.
“Alhamdulillah, Pinsar tadi melaporkan bahwasanya harga ayam, harga telur sudah naik. Tetapi, dengan kami juga tadi pagi bersama Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga harga komoditas pertanian, khususnya ayam dan telur,” kata Mentan Amran saat ditemui di Jakarta, Senin (27/7).
Dia menjelaskan, pemerintah telah menyepakati HAP ayam hidup sebesar Rp 25.000 per kilogram dan telur ayam ras sebesar Rp 26.500 per kilogram. Harga di tingkat peternak akan dikontrol agar tidak berada di bawah angka tersebut.
“Jadi nanti dikontrol harganya tidak boleh di bawah harga pembelian pemerintah. Kami sudah sepakat, kalau harga ayam Rp 25.000 per kilogram dan harga telur Rp 26.500,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, pengawasan tidak perlu melibatkan Satgas Pangan karena akan menjadi tugas BGN. Dia mengungkapkan selama ini terdapat kekeliruan dalam rantai distribusi, sehingga dapur penyedia makanan bergizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak membeli langsung dari peternak.
“Cukup BGN. Ternyata ada keliru selama ini. SPPG atau dapur-dapurnya itu bila perlu langsung saja ke peternak. Dan tidak boleh ada lagi yang main-main,” kata dia.
Mentan Amran juga mengakui masih ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan di tengah rantai distribusi. Menurutnya, praktik tersebut harus segera dibenahi agar manfaat program MBG dapat dirasakan langsung oleh peternak.
“Jadi ada orang tertentu mengambil keuntungan. Nah, ini yang harus dibereskan,” tegas dia.
Lebih lanjut, Mentan Amran menyebut kenaikan harga ayam dan telur dalam sepekan terakhir berkaitan dengan meningkatnya permintaan dari program MBG. Menurutnya, program tersebut berperan sebagai off-taker bagi hasil produksi sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.
“MBG adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian. Jadi off-taker-nya MBG adalah off-taker komoditas pertanian,” ujar dia.
Sementara mengenai penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amran menilai sosok tersebut memiliki kapasitas dan semangat kerja yang baik. Ia berharap sistem meritokrasi dapat diterapkan dalam pengelolaan BGN.
“Mereka hebat, cerdas, pekerja keras, masih muda, enerjik. Pesan saya satu, bagaimana merit sistem diterapkan di BGN. Meritokrasi,” kata Mentan Amran.





























