
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengecam oknum yang mengemas ulang beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk dijual sebagai beras premium.
Pasalnya, beras SPHP mendapat dukungan subsidi pemerintah dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, pemerintah memberikan dukungan melalui subsidi pupuk dan bantuan sarana pertanian seperti traktor.
Sementara di sektor hilir, pemerintah menyubsidi beras SPHP melalui penyaluran Bulog agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
“Ini dua kali subsidi. Subsidi di hulu, subsidi di hilir,” kata Mentan Amran saat nspeksi mendadak (sidak) Toko/Rumah Beras Kayumanis di Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10).
Tokoh dari Sulawesi Selatan itu menjelaskan, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp160 triliun pada 2026, meningkat dibandingkan Rp144 triliun pada tahun sebelumnya.
Namun, Mentan Amran menyayangkan adanya dugaan oknum yang memanfaatkan program tersebut untuk meraup keuntungan dengan mengemas ulang beras SPHP dan menjualnya sebagai beras premium.
Dia menyebut, beras SPHP yang seharusnya dijual seharga Rp12.500 per kilogram dipasarkan kembali setelah dikemas jadi beras premium dengan harga Rp17.000 per kilogram.
“Ini disubsidi, kalau tidak salah ya, boleh dicek nanti, Rp6.000 per kilogram, SPHP. Harusnya ini dijual Rp 12.500 per kilogram, tapi dijual Rp17.000 per kilogram,” ujarnya.
Mentan Amran menegaskan, dugaan penyalahgunaan beras bersubsidi tersebut harus ditindak tegas karena berpotensi merugikan masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah. Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman terberat kepada para pelaku.
“Kami memohon penegak hukum, penuntutan dan seterusnya, ini diberi hukuman terberat. Bila memungkinkan ada di dalam undang-undang atau regulasi kita dihukum mati, ini saya kira pantas,” tegasnya.
Menurut Amran, praktik tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap petani dan konsumen karena beras merupakan komoditas pangan yang sangat vital bagi masyarakat.
Dia juga meminta aparat mengusut tuntas dugaan praktik mafia beras tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang terlibat.




























