
Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil menjaring 416 ribu petani muda lewat program Brigade Pangan.
Penghargaan tersebut diserahkan pada acara Dialog Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Mentan, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta, Selasa (16/12).
Amran mengaku terkejut saat menerima penghargaan tersebut. Dia menyebut penghargaan MURI tersebut menjadi dorongan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus memperkuat program regenerasi petani.
“Aku kaget datang tiba-tiba memberikan penghargaan MURI. Ini adalah cambuk untuk melompat lagi dan ini juga beban. Target satu juta ke depan,” kata Amran.
Menurut dia, salama ini sektor pertanian kurang diminati generasi muda karena kurang menjanjikan. Namun telah program Brigade Pangan, minat generasi muda terjun ke sektor pertanian naik signifikan.
Dalam satu tahun terakhir saja sekitar 40–45 ribu petani muda direkrut dan dibina secara berkelanjutan.
“Jadi, gerakan kita Brigade pangan, yang tahun ini saja sudah 45.000. 45.000 yang kita program. Jadi terus-menerus kita galakkan. Totalnya adalah 416.000. Dan ini tanda-tanda baik untuk Indonesia,: kata dia.
Amran juga membeberkan capaian pendapatan petani muda yang tergabung dalam program tersebut. Berdasarkan testimoni di berbagai daerah, pendapatan petani Brigade Pangan mencapai Rp 20 juta hingga Rp 24 juta per bulan.
Para petani muda ini, sambung Amran, mengelola beragam komoditas, dengan sistem usaha yang efisien dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Melalui program Brigade Pangan, mereka mendapatkan bantuan komprehensif, mulai dari bibit, alat dan mesin pertanian, hingga pelatihan cara bertani secara modern, termasuk pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat.
“Kemarin yang testimoni di Papua itu (pendapatan petani milenial) Rp20 juta, Kalimantan Timur Rp 24 juta, Aceh 20 juta. Itu komoditasnya macam-macam. Perkebunan, hortikultura, padi,” imbuh Amran.





























