Mentan Amran Terkejut Kota Sabang Sudah Ekspor Kakao ke UE

0
Buah kakao yang baru dipetik disimpan di dalam keranjang. Dok: Supianto/Majalah Hortus

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terkejut mengetahui bahwa Kota Sabang telah mengekspor produk hilirisasi kakao hingga ke Uni Eropa.

Reaksi tersebut muncul setelah dia mendengar penjelasan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, yang menyebut bahwa Kota Sabang memiliki dua pabrik kakao dan produk olahannya telah diekspor ke luar negeri.

Zulkifli bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendatangi kediaman Amran pada Rabu (26/11) pagi, usai peristiwa penyitaan beras impor ilegal di kedua kota tersebut.

“Kemudian coklat, ternyata ekspornya ke Eropa. Nah, ini ke depan ini serangan balik dari Sabang untuk ke negara lain termasuk Eropa,” ujar Arman kepada awak media setelah pertemuan tersebut.

Amran menuturkan, ekspor produk hilirisasi kakao yang dilakukan Pemerintah Sabang sudah sesuai dengan Asta Cita Prabowo Subianto untuk mengekspor produk jadi agar memberikan nilai tambah.

“Ini yang benar, cara-cara ini yang diinginkan Bapak Presiden, cara-cara ini diinginkan pemerintah pusat,” kata Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Panan Nasional itu.

Menurut dia, penguatan industri olahan kakao di Kota Sabang mampu memberikan nilai tambah hingga 37 kali lipat.

“Jadi ini yang kita dorong industri, kami siapkan bibit unggul, nanti Kepala Dinas menindaklanjuti. Berapa saja Bapak minta, Insyaallah kita penuhi untuk Sabang,” ungkap dia.

Amran menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) siap mendukun penuh dan menyatakan siap memberikan bantu bibit kakao berapa pun yang diperlukan.

Selain itu, Amran juga menyatakan akan membantu Kota Batam dengan bibit dan benih hortikultura. Dia nilai Bandar Dunia Madani itu mempunyai potensi besar untuk mensuplai kebutuhan Singapura.

“Jadi sekali lagi seluruh masyarakat Batam dan Sabang, Aceh dan Kepri Kami support penuh untuk memenuhi kebutuhannya dan mengekspor ke negara tetangga,” imbuh Amran.

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli H. Adam dan Wali Kota Batam Amsakar mengapresiasi langkah Amran untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian guna memberi nilai tambah dan mendukung ekspor.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa di Sabang itu ada dua pabrik sekarang. Kita karena daerah tujuan wisata, pengunjung dari Malaysia, dari Eropa, itu karena Sabang memiliki kakao yang A+, sehingga peminatnya banyak sekali,” ujar dia.

Zulkifli mengatakan, saat ini pabrik tersebut kekurangan bahan baku.
“Sekarang kita kekurangan bahan baku, jadi oleh karenanya bentuan dari Pak Menteri kami ucapkan terima kasih Pak,” terangnya.

Apresiasi tinggi juga Amsakar Achmad. Dia mendukung penuh upaya untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Yang paling pertama ingin kami sampaikan terima kasih atas diskusi yang sangat dinamis dengan Pak Menteri tadi. Semua spirit kita bagaimana agar berkontribusi untuk negara yang kita cinta ini, Merah Putih, itu kata kunci yang kita tangkap pada pagi hari ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, berbagai kebutuhan strategis daerah akan dipenuhi Kementan, termasuk penguatan tanaman jagung, dukungan beras premium Bulog, hingga penyediaan benih hortikultura untuk mendukung ekspor ke Singapura.

“Lalu beberapa harapan kita yang alhamdulillah akan dipenuhi oleh Pak Menteri, bagaimana perkuatan untuk tanaman jagung di daerah, bagaimana agar kita disupport beras premium dari Bulog, kemudian juga beberapa bibit-bibit hortikultura yang lain,” imbuh dua.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini