Kementan Genjot Penyerapan Susu Segar Dalam Negeri untuk Program Makan Gratis

0
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengenakan batik saat menyampaikan materi dalam sebuah diskusi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda. (Foto: Kementan)

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan penyerapan susu segar dalam negeri mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal PKH Hewan, Agung Suganda, menyebut pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor, dari koperasi hingga pemerintah daerah, agar susu dari peternak lokal benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.

“Kita harus kompak, mulai dari peternak, koperasi, industri, sampai daerah. Anak-anak kita bisa minum susu dalam Program MBG, tapi tentu harus dijamin keamanannya,” kata Agung, Senin (21/7/).

Program MBG digagas Presiden Prabowo sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia. Susu diposisikan sebagai komponen gizi penting, sekaligus menjadi peluang untuk mengangkat industri susu nasional.

Agung menyatakan, Kementan memastikan bahwa susu segar dalam negeri yang masuk dalam program MBG wajib memenuhi standar keamanan, khususnya Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Dukungan pengawasan juga datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan BPOM, Sondang Widya, menyebutkan bahwa pihaknya siap mengawal aspek mutu dan keamanan pangan.

“Karena ini program nasional, tentu kami beri perhatian khusus. BPOM siap kawal, terutama terkait keamanan dan mutu pangan olahan seperti susu segar,” tegasnya.

Pakar dari Badan Gizi Nasional (BGN), Epi Taufik, menambahkan bahwa distribusi susu lokal sebaiknya diprioritaskan ke daerah yang sudah memiliki infrastruktur pengolahan.

“Susu pasteurisasi itu yang terbaik. Diperah pagi atau sore, malamnya dipasteurisasi, semalaman didinginkan, dan paginya bisa langsung diminum anak-anak,” jelas Epi.

Kementan optimistis, percepatan penyerapan susu segara dalam tak hanya memperbaiki gizi generasi muda, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi peternak sapi perah. Dari desa ke sekolah, susu segar menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini