Wamentan Sudaryono Dukung Petani dengan Alsintan Modern

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono dinobatkan sebagai Bapak Pembina Petani Milenial dalam Konsolidasi Nasional Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) yang dihadiri oleh ratusan petani muda serta organisasi kepemudaan lainnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/11).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mendorong petani agar memanfaatkan alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti rice transplanter, guna mempercepat proses tanam padi dan meningkatkan efisiensi produksi.

Saat melakukan penanaman padi menggunakan rice transplanter di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (21/6), Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian nasional.

“Prioritas kita adalah bagaimana meningkatkan jumlah yang ditanam dan jumlah yang dipanen dalam setahun,” ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi pertanian modern dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), yang berarti satu lahan bisa ditanami dan dipanen lebih dari sekali dalam setahun. Dengan begitu, produktivitas petani meningkat dan ketahanan pangan nasional makin kuat.

“Lahannya sudah subur, maka apapun yang dibutuhkan supaya masyarakat bisa nanam dan panen lebih banyak, dari yang panennya setahun sekali, bagaimana caranya bisa tiga kali panen, akan kita dukung,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi mekanisasi, Sudaryono juga menegaskan bahwa  pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan strategis guna mendukung peningkatan produktivitas para petani.

“Kalau butuh dana, kita bantu. Irigasi kita perbaiki, alat pertanian kita kasih. Tujuan utamanya dua yaitu meningkatkan produktivitas pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Sudaryono.

Fokus program Kementerian Pertanian (Kementan) di Kabupaten Kayong Utara tersebut untuk peningkatan produktivitas lahan melalui optimalisasi lahan yang sudah ada.

“Di sini tidak ada cetak sawah baru. Yang ada adalah bagaimana lahan yang biasanya hanya panen satu kali, kita dorong supaya bisa panen tiga kali. Tahun ini ada 1.700 hektare. Tahun lalu ada sekitar 1.500 hektar kita selesaikan dan ini akan terus kita lanjutkan,” ucap Sudaryono.

Lebih lanjut, Sudaryono menyampaikan bahwa saat ini stok beras nasional telah mencapai lebih dari 4 juta ton, angka tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

“Ini patut kita syukuri. Bahkan lembaga luar seperti dari Amerika Serikat mengakui lompatan produksi Indonesia. langkah kita tidak boleh kendor, kita harus terus maksimalkan lagi upaya kita,” kata Sudaryono.

Menurut Sudaryono, capaian tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, seperti optimalisasi lahan, pengembangan benih unggul, serta penerapan teknologi pertanian yang terukur dan berkelanjutan.

Di lokasi yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan terima kasih atas kunjungan wamentan Sudaryono di Kabupaten Kayong Utara. 

Menurut Ria Norsan, kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas pertanian nasional, terutama peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita memiliki Presiden yang luar biasa, yang ingin agar bangsa ini mandiri dan tidak lagi tergantung pada negara lain,” ujarnya.

Ria Norsan juga menyambut baik berbagai program pertanian yang tengah dijalankan pemerintah pusat, khususnya Kementan yang terus mengoptimalkan potensi-potensi daerah. 

Ia berharap melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program-program strategis seperti revitalisasi irigasi, dukungan Alsintan, optimalisasi lahan, cetak sawah dan lainnya diharapkan mampu mengembalikan kejayaan sektor pertanian nasional.

“Dengan program Asta-Cita Presiden Prabowo dan berbagai inisiatif strategis Kementan saat ini, kita optimis pertanian dan ketahanan pangan Bangsa Indonesia  akan bangkit kembali,” tutup Ria Norsan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini