Pinsar Setuju Kementan Setop Impor Jagung

0
panen jagung di lokasi Food Estate Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) menyetujui kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menghentikan sementara impor jagung.

“Kalau setop impor saat ini setuju saya,” kata perwakilan Pinsar, Athung usai Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Panen Raya Jagung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (14/3).

Meski begitu, Athung meminta agar pemerintah tetap memantau jangan sampai lonjakan harga jagung kembali terulang seperti tahun lalu.

“Pemerintah harus pantau jangan sampai seperti tahun kemarin jagung sampai Rp 9.000 per kg, di kita Tangerang Rp 10.500 per kg. Setuju kita setop impor saat ini karena memang lagi panen raya,” kata dia.

Oleh karena itu, dia berharap, pemerintah melalui Bulog agar menyerap dan menyetok hasil panen jagung pada Maret-April ini sebanyak-banyaknya guna memastikan kestabilan harga di masa mendatang.

“Nah, ini yang kita pengin pemerintah, terutama Bulog, maintenance lini jagung.  Sebenarnya sekarang lagi banyak tinggal Bulog sedot, stok nanti kita pakai Agustus-September,” ucap Athung.

Menurut Athung, langkah ini penting dilakukan oleh Bulog agar peternak tidak lagi kesulitan mencari jagung untuk pakan saat membutuhkannya.

“Kita kalau pemakai, waktunya nanti mau pakai tidak ada,ya, nggak tau lagi mau kayak gimana. Jangan sampai seperti kemarin (harga jagung) Rp 9.500 per kg, ada yang Rp 10.500. Itu probelmnya di kita,” imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan menyetop impor jagung untuk menjaga agar harga jagung di tingkat petani tidak anjlok saat panen.

Mentan Amran mengatakan, setelah pihaknya melakukan akselarasi tanam tiga atau empat bulan lalu, produksi jagung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hasilnya, sesuai Pak Deputi BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa ada peningkatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya 1 juta ton kurang lebih. Ini adalah kabar gembira, tetapi ada masalah baru yang muncul, harga jatuh di tingkat petani,” kata dia.

Karena itu, kata Mentan Amran, pemerintah sepakat untuk menyetop atau mengunci impor jagung. “Kami tidak akan mengeluarkan lagi rekomendasi,” kata Mentan Amran.

Langkah kedua, sambung Mentan Amran, pihaknya akan bersinergi dengan Perum Bulog dibantu oleh Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menyerap langsung hasil panen petani dengan harga Rp 4.200 per kg.

“Bulog direct ke petani. Kemudian asosiasi jagung juga direct ke petani, sehingga harga ke depan naik kembali. Mimpi kita adalah petani untung, pedagang tersenyum, GPMT bahagia, dan perternaknya juga senang,” ucap Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan, tugas utama pemerintah adalah menjaga keseimbangan agar semua pihak untung, merasakan keuntungan dari panen. “Itulah yang kami sepakati hari ini,” imbuh dia.

Di tempat yang sama, Johan Roy perwakilan GPMT, sekaligus pemilik pabrik pakan mengatakan, saat ini penyerapan sedang dilakukan secara maksimal, terutama di masa puncak panen.

Panen jagung sedang berlangsung di berbagai sentra produksi jagung seperti Jawa Tengah, Medan dan Lampung dan diperkirakan jagung di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi akan siap panen dalam waktu mendatang.

“Di puncak-puncak panen kita akan menyerap sampai 800 ribu dari biasanya 600 sampai 700 ribu ton. Kita juga pernah menyetok hingga paling tinggi 1,2 juta ton per bulan,” kata Johan.

Perwakilan Satgas Pangan, Kombes Pol. Hermawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempercepat proses distribusi jagung ke daerah-daerah untuk memastikan penyerapan jagung berjalan lancar.

Hermawan mengatakan, Satgas Pangan telah mengirimkan imbauan kepada pemerintah daerah untuk memudahkan akses masuknya truk kecil berisi bahan pangan.

“Dengan penyerapan jagung yang maksimal, tentunya petani akan semakin senang dengan jagung yang terserap dengan baik dan harga yang wajar. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan agar jagung bisa terserap dengan harga yang wajar bisa tercapai,” kata Hermawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini