Satgas Cs-137 Telusuri Jejak Radiasi di Komoditas Cengkeh

0
Aktivitas di pelabuhan
Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: Majalah Hortus/Supianto

Tim Satgas Penanganan Cs-137 terus bergerak cepat menanggapi temuan kontaminasi radioaktif pada komoditas cengkeh.

Salah satu fokus utama saat ini adalah pengecekan lapangan dan peninjauan kesiapan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang diperkirakan akan menerima kontainer suspect mengandung Cs-137 pada akhir Oktober 2025.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di Gudang Cengkeh milik PT Natural Java Spice (NJS) di Surabaya.

Pengecekan lapangan dilakukan di fasilitas produksi PT NJS yang berlokasi di Kawasan Industri Maspion, serta di fasilitas pelabuhan milik Pelindo di Tanjung Perak, Surabaya.

Tim Satgas melakukan inpeksi ke tiga lokasi, yakni Surabaya (lokasi pengolahan cengkeh), Pati, Jawa Tengah (lokasi perkebunan), dan Lampung, guna melakukan pengecekan dan verifikasi terkait potensi kontaminasi Cs-137.

BAPETEN telah melakukan pemeriksaan dan pengambilan sample cengkeh PT Natural Java Spice yang berasal di tempat pemrosesan (Surabaya) dan sumber bahan baku (Perkebunan Pati), serta telah mengirimkan sampel tersebut untuk dilakukan pengujian di Laboratorium Teknologi Radiasi BRIN.

“Hasil analisis menunjukkan tidak terdeteksi kontaminasi radionuklida Cs-137,” ujar Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (19/10).

Pernyataan ini sejalan dengan hasil pemeriksaan lapangan sebelumnya yang juga tidak menemukan indikasi paparan atau kontaminasi buatan, sehingga area yang diperiksa dinyatakan aman dari aspek radioaktivitas.

Namun, dari hasil pengecekan di Lampung, Satgas mengonfirmasi ditemukannya kontaminasi Cs-137 dalam jumlah terbatas pada salah satu lokasi perkebunan cengkeh. Meski tidak meluas ke wilayah atau komoditas lain, langkah mitigasi langsung diambil.

Sebagai tindakan pencegahan, BAPETEN merekomendasikan agar produk cengkeh dari lokasi tersebut tidak diperjualbelikan sementara waktu, hingga hasil pengujian laboratorium lanjutan selesai dilakukan.

“Tim masih melakukan penelusuran (tracing) sumber kontaminasi Cs-137,” ujar Bara.

Sementara itu, menjelang kedatangan kontainer suspect Cs-137 di Surabaya, Satgas juga telah melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur dan personel di Pelabuhan Tanjung Perak. Pemeriksaan akan dilakukan segera setelah kontainer tiba, baik di pelabuhan maupun di laboratorium.

“Apabila terdapat kontaminasi Cs-137 maka produk tersebut akan segera dimusnahkan,” tegasnya.

Pemerintah memastikan, penanganan potensi kontaminasi ini dilakukan secara cepat dan menyeluruh untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

“Pemerintah akan terus memberikan informasi terkini secara terbuka kepada publik,” pungkasnya.

(Supianto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini