
Perum Bulog mencatat kinerja positif dalam menjaga ketahanan pangan nasional tengah tahun ini. Hingga 31 Juli 2026, realisasi pengadaan setara beras dari hasil panen petani dalam negeri sukses menembus angka 3,507 juta ton.
Pencapaian ini setara dengan 87,68 persen dari total target nasional yang ditetapkan sebesar 4 juta ton. Dengan tren positif ini, Bulog optimistis sisa target sebesar 12,32 persen atau sekitar 493.000 ton dapat segera terpenuhi dalam waktu dekat.
“Sesuai dengan Inpres target kita adalah 4 juta ton, 4 juta ton. Kemudian untuk capaian per tanggal 31 Juli adalah 3,507 juta ton per hari ini,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (31/7).
Tingginya serapan tersebut mempertebal isi lumbung pangan negara. Saat ini, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di jaringan gudang Bulog seluruh Indonesia telah mencapai angka fantastis, yakni 5,257 juta ton.
Rizal menyebut capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Menurut dia, keberhasilan itu menjadi bukti nyata bahwa target swasembada pangan yang berkelanjutan mulai terwujud pada 2026.
“Inilah wujud dari swasembada pangan yang berkelanjutan. Saya sampaikan dengan capaian ini saja ini sudah terbukti swasembada pangan berkelanjutan akan terjadi tahun 2026,” ujar dia.
Bulog juga memastikan kapasitas penyimpanan tetap memadai. Rizal mengatakan pemerintah telah menyiapkan penambahan infrastruktur pascapanen, termasuk pembangunan 100 gudang baru beserta fasilitas pendukungnya, sekaligus mengoptimalkan gudang filial yang disewa.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan produksi beras, terutama seiring pelaksanaan Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Program itu diperkirakan mampu menghasilkan produktivitas di atas 10 ton per hektare sehingga membutuhkan kesiapan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami segera mewujudkan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen berupa gudang beserta kelengkapannya. Kami juga menambah cadangan gudang filial yang disewa karena program PM-AAS diperkirakan menghasilkan panen di atas 10 ton per hektare,” imbuh Rizal.





























