Syngenta Dorong Produktivitas Kakao Petani lewat Optimalisasi Penyerbukan

0
Festival Kakao Tangguh 2026
Petani mengikuti pelatihan keanekaragaman hayati dan polinator pada tanaman kakao dalam Festival Kakao Tangguh 2026 di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Dok: Ist

Optimalisasi penyerbukan menjadi salah satu perhatian Syngenta Indonesia untuk meningkatkan produktivitas kakao petani di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Perusahaan mengenalkan peran polinator, keanekaragaman hayati, hingga teknik polinasi manual dalam Festival Kakao Tangguh 2026.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Syngenta mendukung petani menerapkan praktik budidaya yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan tanaman kakao.

“Syngenta terus membersamai petani dalam mendorong praktik berkelanjutan yang dapat mendukung produktivitas tanaman kakao. Festival Kakao Tangguh mencerminkan semangat Petani MAJU Syngenta untuk membangun kolaborasi dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya bagi pertanian kakao,” kata Eryanto.

Melanjutkan inisiatif Cacao Care 2025, Festival Kakao Tangguh 2026 berlangsung pada 15–16 September 2026 dan diikuti lebih dari 300 petani serta 50 penyuluh pertanian dari Kolaka Utara dan wilayah sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Syngenta Indonesia bersama Universitas Halu Oleo memberikan pelatihan mengenai keanekaragaman hayati dan polinator pada tanaman kakao. Petani mendapat penjelasan mengenai jenis polinator bunga kakao, serangga yang bermanfaat, serta peran keanekaragaman hayati dalam ekosistem perkebunan kakao.

Petani juga diperkenalkan pada cara mendukung keberadaan polinator untuk membantu proses penyerbukan alami. Selain itu, kegiatan diisi dengan lomba polinasi manual dan lomba bobot buah kakao.

Syngenta Indonesia turut memperkenalkan penerapan agroforestri, yakni mengombinasikan tanaman kakao dengan tanaman lain yang sesuai. Pola tersebut dapat mendukung keanekaragaman hayati di kebun sekaligus memberikan peluang tambahan nilai ekonomi melalui tanaman pendamping.

Dosen Universitas Halu Oleo, Awaluddin mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai keanekaragaman hayati membantu petani memahami pentingnya keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara, Kamal Mustafah mengapresiasi pelaksanaan Festival Kakao Tangguh 2026. Ia berharap kakao tetap menjadi komoditas penting di Kolaka Utara dan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Festival Kakao Tangguh 2026 merupakan kelanjutan dari program Cacao Care 2025. Melalui kolaborasi dengan Universitas Halu Oleo dan pemangku kepentingan di daerah, Syngenta Indonesia mendorong penerapan praktik budidaya yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kakao.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini