
Temu Bisnis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) VIII yang digelar selama dua hari di ICE BSD, Tangerang, Banten mencatatkan transaksi Rp 440,2 triliun, melampaui target sekitar Rp 300 triliun.
Pada penutupan Temu Bisnis pada 18 September 2024, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil, memberikan apresiasi terhadap pencapaian ini.
Dia menekankan bahwa kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat dan meningkatkan kualitas produk lokal pertanian Indonesia, sehingga dapat dipasarkan baik di dalam negeri maupun ke pasar internasional.
“Saya mengapresiasi karena capaian transaksi di Temu Bisnis ini sudah melebihi target yang disampaikan Bapak Menko Marves (Luhut Binsar Panjaitan) yaitu Rp 440,2 triliun dari target Rp 300 triliun,” ujar Ali Jamil.
Ali Jamil berharap pelaku usaha terus mengembangkan diri dan berinovasi melalui teknologi dan digitalisasi. Sebab hanya dengan cara itu, Indonesia akan berkembang menuju negara maju dan sejajar dengan negara lain yang memiliki kemampuan pasar paling besar.
“Karena itu kita harus terus berupaya mengedepankan pentingnya digitalisasi agar kita tidak tertinggal dengan negara-negara lain. Melalui digital, kita bisa lebih memaksimalkan target-target penjualan dan bisnis,” katanya.
Ali Jamil mengatakan sektor pertanian adalah sektor strategis yang memiliki peluang besar dalam berbisnis. Sektor ini adalah yang paling dasar karena berkaitan langsung dengan hajat orang banyak sekaligus paling tinggi dalam menambah nilai ekonomi.
“Harapan kita sekali lagi mudah-mudahan pertemuan dua hari ini memberi manfaat kepada semua pihak baik dari pemerintah, privat atau teman-teman di UMKM yang mempunyai produk dalam negeri sebagaimana tadi tema yang sudah disampaikan dalam pertemuan di awal,” ungkap dia.
Sebelumnya, Luhut meminta para pelaku bisnis untuk berpikir holistik tanpa memikirkan untung lebih dulu. Dia ingin pengusaha mementingkan kepentingan masyarakat sebagai upaya bersama membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
“Negeri ini harus kita bawa menuju sistem ekonomi digital dan kita harus berpikir holistik dan jangan kita berpikir untung seketika. Saya yakin kita bisa menciptakan 2,9 juta lapangan kerja baru untuk bangsa ini,” kata Luhut.




























