Mentan Amran: Kurangnya Kesadaran Pengusaha Picu Kasus Minyakita Berulang

0
minyak goreng-kemasan-minyakita diijual dengan harga Rp 15.700 per kantong.
Minyak goreng kemasan Minyakita dijual dengan harga Rp 15.700 per kantong. Dok: Ist

Kasus minyak goreng, terutama Minyakita, rasanya tidak pernah usai. Belum lama kasus takaran disunat, kini muncul masalah baru, yaitu dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menilai berulangnya kasus ini karena kurangnya kesadaran pelaku usaha.

“Ya ini kesadaran teman-teman (pengusaha). Kita sudah beri HET, tapi tidak dipenuhi,” kata Amran kepada awak media usai inspeksi mendadak di Pasar Tebet, Jakarta, Selatan, Selasa (30/12).

Tokoh asal Sulawesi Selatan itu menegaskan, kasus serupa ke depan tidak akan terulang. Dia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan penindakan tegas terhadap pelanggar HET.

“Kita harus tindak tegas yang coba-coba mengganggu orang Natal, Tahun Baru, apalagi nanti menghadapi Ramadan, Idulfitri. Kami dari sekarang bukan lagi imbauan. Sekarang bila terjadi melanggar, itu ditindak,” tegas dia.

Amran menilai model penindakan ini efektif menurunkan harga. Pendekatan serupa sebelumnya diterapkan pada beras, dan setelah ditindak, pelaku usaha mulai mematuhi regulasi sehingga harga kembali di bawah HET.

“Coba lihat beras, setelah kami tindak, pelaku usaha mulai mematuhi regulasi dan harga kembali di bawah HET. Jadi kami ucapkan terima kasih. Kita harus sportif, setelah melihat harga baik, kita juga mengapresiasi pelaku usaha,” ungkap dia.

Selain penindakan, Amran menyebut upaya stabilisasi harga Minyakita saat ini dilakukan pemerintah adalah melalui penetapan HET dan peningkatan produksi.

“Yang pertama adalah kita tentukan HET, harga eceran tertinggi. Yang kedua, Kementerian Pertanian, kami juga merangkap sebagai Menteri Pertanian, tingkatkan produksi,” imbuh Amran.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini