Amran: Pertanian Sudah Disiapkan Hadapi El Nino hingga Konflik Geopolitik

0
panen-padi
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan sektor pertanian Indonesia telah dipersiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan gangguan, termasuk El Nino, La Nina, konflik geopolitik global.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan sektor pertanian Indonesia telah dipersiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan gangguan, termasuk El Nino, La Nina, konflik geopolitik global.

Amran mengatakan, pesiapan-siapan ini telah dilakukan sejak awal Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantitik. 

“Kita sudah merancang pertanian Indonesia akan menghadapi segala kemungkinan El Nino, La Nina, konflik geopolitik memanas,” kata Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3).

Amran mengatakan, Kementan telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga penguatan infrastruktur pertanian. 

Bibit yang disiapkan antara lain varietas tahan kekeringan serta varietas bio-salin yang mampu beradaptasi di lahan dengan kadar air tawar maupun asin.

“Kita sudah siapkan bibit unggul yang tahan kekeringan. Ada juga yang tahan air tawar dan asin, jenis bio-salin. Semua bibitnya sudah disiapkan,” ujarnya.

Selain itu, Kementan juga mengoptimalkan lahan rawa sekitar 1 juta hektare melalui program optimalisasi lahan (opla). Amran menyebut lahan rawa justru memiliki potensi produksi tinggi saat musim kering.

“Yang menarik adalah optimalisasi lahan sudah kurang lebih 1 juta hektare. Opla rawa itu justru produksinya tinggi di saat musim kering. Kalau ada El Nino, produksinya tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementan juga memperkuat infrastruktur pendukung seperti irigasi, embung, alat mesin pertanian, hingga program pompanisasi untuk memastikan ketersediaan air bagi petani.

Dulu 2016 bisa bayangkan, 2023 bisa bayangkan, ada El Nino tapi kita harus cari air di sungai-sungai, di pompanisasi, kemudian embung-embung. Sekarang sudah siap embungnya sudah ada. Sekarang kita siap menghadapi kondisi, dua kondisi.

Amran menilai kesiapan menghadapi gangguan iklim saat ini jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya. Ia mencontohkan pada periode El Nino sebelumnya, petani masih harus mencari sumber air dari sungai melalui pompanisasi atau mengandalkan embung yang terbatas.

“Sekarang irigasi siapkan, lahan rawa kita sudah siapkan, bibit unggul kita siapkan, alat mesin pertanian siapkan, pompanisasi kita siapkan, semua kita sudah siapkan,” katanya.

Pemerintah juga meningkatkan ketersediaan pupuk bersubsidi hingga sekitar 200 persen, yang dinilai dapat mendorong petani meningkatkan produksi.

“Pupuknya aman, bibitnya aman, alat mesin pertanian aman, irigasinya aman. Ini kita sudah siapkan lebih awal,” kata dia.

Amran juga mengungkapkan bahwa stok pangan nasional saat ini mencapai sekitar 3,76 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah untuk periode bulan Maret.

“Hari ini tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Maret dengan bulan yang sama,” ujarnya.

Ia memperkirakan dalam dua bulan ke depan stok pangan nasional minimal bisa mencapai 5 juta ton, sebuah angka yang menurutnya belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini