
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan netizen yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran di sektor pangan, khususnya terkait beras.
Dalam dua pekan terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) menerima 340 laporan masyarakat melalui layanan WhatsApp Lapor Pak Amran di nomor 0823-1110-9390.
“Ada laporan, dua minggu ini masuk 340 laporan. Kita tindak lanjuti, ya. 340 pasti kami kejar,” kata Mentan Amran saat ditemui di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/11).
Mentan Amran menjelaskan, setiap laporan yang masuk akan dikaji dan diverifikasi langsung di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, laporan tersebut akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.
“Kami kaji dulu, begitu benar, verifikasi lapangan, kirim penegak hukum. Jadi seluruh pedagang beras jangan bermain-main, karena kami sudah terima laporannya, verifikasi lapangan, kalau benar kita tindak tegas,” ujarnya.
Mentan Amran mengungkapkan, sebanyak 271 laporan diterima dan tengah ditangani pemerintah selama periode 30 Oktober hingga 5 November 2026.
Laporan tersebut di antaranya berkaitan dengan beras fortifikasi dan SPHP sebanyak 74 laporan, pupuk 64 laporan, alat dan mesin pertanian (alsintan) 25 laporan, cetak sawah dua laporan, dan 106 laporan lainnya terkait berbagai persoalan lain.
Mentan Amran menambahkan, dalam penanganan kasus beras fortifikasi, sebanyak 13 tersangka telah ditetapkan dari delapan kasus yang melibatkan 15 merek beras.
“Sekarang sudah tersangka 13 dalam 2 minggu. Kami kejar terus, kami komitmen kejar terus,” kata Mentan Amran.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan, baik terkait beras, pupuk, maupun alat dan mesin pertanian (alsintan).
Untuk memudahkan penanganan laporan, Mentan Amran meminta masyarakat mencantumkan alamat dan lokasi kejadian secara jelas. Laporan juga akan lebih baik jika disertai foto.
Mentan Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional memastikan identitas masyarakat yang menyampaikan laporan akan dilindungi dan tidak dipublikasikan.
“Anda akan saya lindungi dan namanya tidak akan kami munculkan. Sekali lagi, seluruh yang melapor, partisipasi melapor, Anda tidak akan kami publikasi nama, alamat Bapak,” kata Amran.
Menurutnya, partisipasi masyarakat membantu pemerintah mengawasi distribusi dan perdagangan pangan agar tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat. Amran pun kembali menyampaikan apresiasi kepada para pelapor.
“Terima kasih pada netizen, terima kasih pada yang pelapor 340 orang, terima kasih Anda sudah berbuat untuk Merah Putih, untuk negara yang kita cintai,” tuturnya.
























