Kepala Bapanas Salurkan Rp 100 Miliar untuk Korban Gempa NTT

0
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman dalamkonferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyebut bantuan untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah disalurkan pemerintah mencapai sekitar Rp100 miliar. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp100 miliar,” kata Kabapanas Amran  dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (18/8).

Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian mengatakan, bantuan tersebut berasal dari anggaran penanganan bencana yang berada di Bapanas. Untuk tahap awal, bantuan yang telah disalurkan berupa beras melalui Perum Bulog.

Untuk bantuan beras ini, lanjut dia, pemerintah langsung menyalurkannya setelah menerima informasi mengenai kebutuhan di lokasi bencana.

“Yang butuh beras Bulog, kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras diberi, nanti tanda tangannya menyusul,” ujarnya.

Dia menegaskan penyaluran bantuan tidak boleh menunggu proses administrasi selesai karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

“Malam baru saya tanda tangan karena ini kemanusiaan, nggak boleh ditunda. Makan itu nggak boleh ditunda,” katanya.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan bantuan minyak goreng. Tokoh dari Sulawesi Selatan itu mengatakan dirinya bersama jajaran akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Terkait ketersediaan beras, Amran memastikan stok dalam kondisi aman. Bahkan, penguatan stok beras untuk NTT disebut mencapai lima kali lipat.

“Ini kalau dihitung ada lima kali lipat. Aman, aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton, aman,”  kata Amran.

Amran juga akan mengecek lahan pertanian yang terdampak bencana di NTT. Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi lahan pertanian setelah bencana.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini