Mentan Amran Pastikan Beras Bansos dan SPHP Berkualitas Baik

0
Tumpukan beras medium di warung.
Foto ilustrasi beras medium dan premium di ritel modern aman dimakan (Foto: Humas Bapanas)

Pemerintah memastikan, beras yang disalurkan kepada masyarakat melalui program bantuan sosial (Bansos) maupun stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) merupakan beras dengan kualitas terbaik.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau Perum Bulog untuk memperhatikan mutu beras sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Kami minta ke Bulog, jangan diberikan saudara kita, khususnya Bansos dan SPHP, harus diberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Mentan Amran saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (7/7).

Mentan Amran menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan terkait penyaluran beras bantuan yang bermasalah. “Jangan disalurkan yang sudah rusak. Kalau ada, tapi kami belum terima laporan,” tagas Mentan Amran.

Ia juga menyatakan pihaknya terus mendorong Bulog agar menjaga mutu beras yang didistribusikan. “Kami desak Bulog, dan sampai hari ini belum ada laporan. Menurut mereka di lapangan, semuanya berjalan baik,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Mentan Amran mengingatkan pengusaha untuk tidak mengurangi volume atau menurunkan mutu beras, serta tetap mematuhi standar penjualan yang berlaku.

“Jadi, kami minta sekali lagi, kami minta semua yang merasa tidak sesuai standar, tolong diperbaiki. Karena itu Satgas Pangan akan bekerja sampai ke daerah,” ujar Mentan Amran.

Selain itu, Amran juga menyatakan bahwa hingga saat ini, sudah banyak pengusaha yang menarik beras edarannya yang tidak sesuai dengan standar hingga menurunkan harga jual berasnya.

“Saya terima kasih pengusaha yang menurunkan harga, khususnya yang tidak sesuai standar. Saya sampaikan, 212 (merek beras) kami sudah kirim yang tidak sesuai standar, mengurangi volume, mutunya tidak sesuai. Kami sudah kirim ke Pak Kapolri langsung dan Pak Jaksa Agung langsung,” ujarnya.

“Sekarang ini, pemeriksaan sudah berjalan 3 hari yang lalu. Itu ada 10 perusahaan yang terbesar, itu sudah dipanggil oleh Reskrim Satgas Pangan, ini harus kita selesaikan disaat produksi kita, stok kita banyak,” sambungnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini