Bapanas Tingkatkan Kapasitas UMKM Pangan Lokal dengan Pelatihan dan Teknologi

0
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto saat melakukan kunjungan ke UMKM pangan lokal di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 11 Juli 2024. (Foto: Ist)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya mendukung kemandirian pangan nasional melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan lokal.

Program ini dilaksanakan di berbagai daerah untuk membantu UMKM pangan lokal meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan, diversifikasi pangan lokal sangat penting untuk mendukung kemandirian pangan nasional.

“Kami harus memberikan dukungan penuh kepada UMKM pangan lokal agar mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya,” ujar Andriko, saat melakukan kunjungan ke UMKM pangan lokal di Medan, Sumatera Utara, pada Kamis lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Andriko menekankan potensi besar pangan lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Dengan inovasi dan teknologi yang tepat, kita bisa mengembangkan produk pangan lokal yang berdaya saing tinggi,” tegas Andriko, yang pada kesempatan ini mengunjungi dua UMKM pangan lokal, yakni Donat Kentang Donita dan Syifa Hidroponik.

Donat Kentang Donita adalah UMKM yang memproduksi donat dengan bahan dasar kentang dan memiliki berbagai varian rasa. Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 kemasan per bulan, Donat Kentang Donita terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas.

Sementara itu, Syifa Hidroponik fokus pada produksi olahan sayur seperti rendang kangkung, keripik sawi, dan kale dengan kapasitas produksi 800 kemasan per bulan.

Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM pangan lokal, Bapanas memfasilitasi alat produksi yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional UMKM.

Alat produksi tersebut terdiri dari alat pembagi adonan dan mini freeze dryer. Pada tahun 2024, fasilitas alat produksi ini diberikan kepada 16 provinsi dan 27 kabupaten/kota.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menjelaskan bahwa untuk memastikan penerapan alat produksi tersebut berjalan dengan baik, pihaknya merancang pendampingan dan pelatihan kepada para UMKM pangan lokal.

“Program ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa UMKM pangan lokal mampu memanfaatkan teknologi modern secara efektif, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut,” ujar dia.

Selain dukungan dari Bapanas, Rinna juga berharap agar kesinambungan usaha UMKM pangan lokal mendapat dukungan dari seluruh stakeholder terkait, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan komunitas lokal.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan UMKM pangan lokal dapat semakin berkembang dan berdaya saing tinggi, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Pada keterangan terpisah, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pengembangan UMKM pangan lokal merupakan aspek yang sangat penting dan strategis dalam upaya membangun kemandirian pangan.

“UMKM pangan lokal memiliki peran strategis dalam upaya mendorong kemandirian pangan sesuai spirit UU pangan dan meningkatkan perekonomian lokal. Bapanas memberikan dukungan penuh terhadap UMKM pangan lokal agar dapat berkembang dan berdaya saing,” pungkas dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini