Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengancam akan menolkan anggaran daerah yang tidak serius mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan.
Peringatan tegas itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (24/2).
“Ke depan kita akselerasi. Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya, Menteri yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri yang tanggung jawab,” kata Amran.
Amran menegaskan program cetak sawah menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan yang sebelumnya telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto di Karawang pada Rabu (7/1).
Tahun lalu realisas cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Dengan dukungan optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, Amran meyakini swasembada pangan tetap berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini yang membuat sustain nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” ujar Amra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional itu.
Dia juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras. Berdasarkan data yang dipantau harian, pengadaan beras pada Januari meningkat tajam sebesar 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dia menyebut, jika tren kenaikan tersebut konstan dalam tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton
“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkap Amran.
Meski demikian, dia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara besar-besaran pada April 2026.
“Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita evaluasi, pergeseran anggaran kita lakukan besar-besaran. (Daerah) yang tidak serius, langsung kita pindahkan (anggaran dan programnya). Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi,” tegas dia.
Amran menambahkan bahwa anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi produksi nyata.
Karena itu, bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang progresnya baik, sementara daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.
“Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi Kabupaten dan Provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke Provinsi lain, Kabupaten lain,” ujar dia.
Amran menekankan, langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan.
“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ungkap dia.
Amran juga menegaskan fokus pemerintah pada percepatan swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya.






























